Growth, Media and Startup Bias


Thanks to Eventbrite so that now I have many agenda after office to learn many new things besides work. Thanks to my office location too which makes me easily to reach many places in Jakarta. And indeed thanks so much to Allah who has given all of these things.

Kemarin malam kembali sempat belajar dari Willix Halim & Laode Hartanto di acara Lingkar Kemang, di kantor bukalapak. To be honest gw ga expect banyak pas mau datang ke sini, daripada balik ngeberesin Silicon Valley S3 atau House of cards S4 di kosan (meski ini berguna & keren jg sih), mending keluar cari ilmu baru. Bahkan gw hampir ga jadi dateng, gara-gara lama bgt dapet gojek.

But it’s all written. Pas udah desperate ga dapet-dapet gojek dan mutusin buat balik, eh ternyata dapet mamang gojek nya in the last minutes. Jadinya berangkat lah gw ke kantor bukalapak di Kemang, yang MasyaAllah macetnya meski pake motor jg luar biasa -_-

https-%2F%2Fcdn.evbuc.com%2Fimages%2F25212297%2F191447604509%2F1%2Foriginal.jpg

Tapi ternyata kantor bukalapak kereen haha. It’s my first time coming to startup office in Jakarta, sebelumnya sempet lihat-lihat via youtube daily social sih, startup office dengan pingpong table, Xbox, PS4, sleeping room dan segala “kemewahannya”. Iri dikit sih, tapi agak out of reach ke sana nya, masih kerenan kantor gw mayan tengah (self-sugesti + pembenaran) lol.

Like I said before, gw ga tau apa-apa & ga terlalu memperdulikan siapa pembicara di acara ini, cuma denger dari temen katanya keren. Jadi alhasil gw baru googling nama mereka pas duduk di venue. Dan ternyata keren parah.

Willix Halim doi 5 tahun jadi VP growth di freelancer.com sebelum baru Oktober kemarin memutuskan balik dan gabung jadi COO bukalapak. Doi juga alumni GSB Stanford. Laode Hartanto VP di Emtek. Yang gw baru tau juga (dari Wikipedia) second largest media group di Indonesia (after MNC kaya nya, atau CT?). Expert in media banget intinya

SESI WILLIX HALIM

Willix stunning parah present nya tentang Growth Hack, sayang gw ga dapet slide nya (katanya di slideshare ada, tapi ga ketemu).

Update, ternyata berhasil ditemukan teman, bisa dilihat langsung disini

Banyak ilmu baru bgt, karena gw di dunia corporate yg lebih B2B business jadi jarang ketemu dengan yang namanya CPA (cost per acquisition), LTV (life time value), CVR (Conversion Rate), A/B Testing, death spiral di paid marketing yang LTV < CPA, dll.

74f3aa79-7f7b-4c5c-b885-445e7e311b77.jpg

Terus baru tau juga nih info “how much these companies spend on marketing”? Jadi persentase dari revenue nya. Ternyata fakta nya

Box -> 104%

Wix -> 50%

Uber -> 400%

Gila ya haha. No idea that’s good or not, tapi tau sendiri kan growth 3 perusahaan itu gimana. At least C level nya seharusnya sudah calculate ROInya.

Willix juga mikir nya cepet banget pas ada yang nanya tentang statistic, untung gw aga-aga familiar karena sempet ambil Probstat (Probability statistic) di ITB. Lupa-lupa dikit sih, tapi tau lah ceum2 random sampling, distributed, dll. Kerjaanya anak-anak data science.

Banyak banget ilmu baru sebenernya, kaya funneling, data tracking, CVR flow, dsb tapi bingung juga gw mau nulis disini, dan tentunya itu masih seperskian persen dari ilmu utuhnya, 2 jam dapet apa sih, at least gw dapet beberapa ilmu baru meski hanya kulitnya. Kalo mau belajar lebih banyak, tanya dengan anak-anak data science atau kerja langsung di startup yang B2C, especially eCommerce.

source: http://www.smartondata.com/

Ohya satu hal yang cukup berguna dan noted ada yang bertanya

“What thing should we focus as a new startup in growth hacking??”

Di jawab Willix:

“Focus in acquisition (simple nya user comes to landing page), tapi hindari paid marketing sebisanya. 

Find channel that everyone not yet come, karena kalo channel yang sering dikunjungi bakal kalah sama yang punya budget gede. Misal find where our customer usually hangout, jump there. Atau community. Atau coffee shop. Dll.”

Kaya dulu paypal yang awalnya nebeng di eBay, dan malah jadi the best acquisition so far yang dari satuan billion jadi 40 billion valuation company bahkan lebih besar dari eBay sendiri.

SESI LAODE HARTANTO

Intinya gegara dia ngomong gw jadi penasaran sama Emtek sampe download 2015 financial reportnya

http://www.emtek.co.id/files/uploads/report/file/2016/May/25/5744a0fec5574/financial-report-as-per-31-desember-audited.pdf

You guys can find bukalapak there.

eef68959-a6c9-4c85-970b-efd751b17a1b

Emtek Assets

Om Tanto really opens my eyes about digital media dan advertising. Bahwa sebenarnya di Indonesia TV masih belum tergantikan, makanya Emtek tetap fokus di conventional TV compare to internet advertising. Bahkan internet masih kalah dibanding OOH (out of home) sejenis billboard di jalan untuk media penetration nya. Well the transition must be happening someday but it takes time.

Ada pertanyaan keren yg diajukan ke Om Tanto terkait Emtek

“What acquisition Emtek will do next?”

*everyone laughing* Sebenernya ini pertanyaan di wanti-wanti dari awal meski tergolong forbidden question haha. He answered then:

“If you ask me that question, my answer is I don’t know”

Bahkan katanya BBM diakuisisi oleh Emtek aja, dia baru taunya 15 menit sebelum di officially launch di yahoo finance, jadi memang terkait akusisi ini benar-benar confidential dan hanya lingkaran atas yang tau. But Om Tanto gave us the teaser:

“Emtek will touch every human being things. You could see by yourself Emtek asset, they are all unique and touch every aspects of humanity. Nothing is redundant. So if you want get acquired by Emtek, you should find what human being thing that Emtek has not touched yet”

Begitu. Meski seharusnya startup tidak selayaknya untuk menargetkan exit at acquisition. Karena itu fakta yang terjadi sekarang dan bisa menyebabkan bias.

“Everyone competes to build startup to get highest valuation and sell to big company”

Padahal seharusnya ruh startup itu adalah

“How startup could touch human being thing and specialize solution in specific scope which big company could not reach that”

Jadi bukan berfokus di peningkatan valuasi sebesar-besarnya untuk dijual, tapi justru bagaimana with startup kita bisa menyelesaikan masalah-masalah in humanity yang tidak bisa di reach oleh big company dan with side effect is the increase of valuation.[]

2 thoughts on “Growth, Media and Startup Bias

  1. Makasih artikelnya, insightnya semoga juga berguna buat orang-orang di pelosok yang gak bisa ikutan hadir di BukaLapak (seperti saya, hihi) :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s