Percikan Inspirasi


Pagi ini untuk kesekian kalinya terinspirasi, merinding membaca seorang muslim yang humble, low profile namun berhasil membuktikan dirinya dalam percikan kontribusi untuk Indonesia.

postcard-61

Ya dia lah sosok menteri ESDM baru Dr. Arcandra Tahar. Benar-benar terharu membaca profile nya dari tulisan ini:

Menteri ESDM, Arcandra Tahar, Guru Ngaji yang Pakar Offshore

Seorang alumni mesin ITB ’89 yang melanjutkan studinya ke negeri Paman Sam, menjadi peneliti hingga professional yang mengaplikasikan ilmunya untuk banyak orang. Well saya ga begitu mengerti in detail what he has done terkait offshore but I’m totally sure it’s something big and has a great impact.

Yang paling membuat rasa inspirasi ini membuncah adalah kutipan-kutipan kalimat berikut:

“Keseharian selama kami mengenal beliau di Houston, beliau sosok Islam yang taat, family man,kata Ira

Ayah 2 anak ini adalah pendiri Indonesian Family Academy, lembaga yang setiap hari Sabtu mengajarkan anak-anak secara sukarela membaca Alquran dan kajian tentang Islam.

“Ia turun tangan langsung bersama istrinya memberikan pelajaran Alquran dan Agama Islam,” ujar teman dekat Arcanda pada GATRAnews.

MasyaAllah. Such a total inspiration this morning. Dunia dan akhirat.

Benar-benar menjadi suntikan motivasi untuk bagaimana menjadi seorang muslim yang tidak hanya mengejar akhirat tapi juga dunia. Wait? Sebenarnya kata-kata itu rada tricky, semoga tidak salah menangkap. Mengapa akhirat disebut dahulu? Terkesan seperti dunia lebih utama dari akhirat?

Karena niche market yang saya maksud untuk tulisan ini adalah mereka yang sudah mematok akhirat dititik tertinggi. Tidak akan bisa bergeser oleh apapun yang berbau dunia. TAPI, tetap harus memiliki tujuan dunia di bawahnya, dan linear dengan dengan titik tertinggi akhirat tadi.

Pak  Arcandra, tetap menjujung tinggi islam, prinsip tertinggi dalam hidupnya, namun juga bisa berbuat sesuatu di dunia. Menginspirasi dunia dengan what he has done bukan who he is. Meskipun pada akhirnya dunia juga akan terkena percikan inspirasi, mengenal dari siapa dirinya yaitu seorang muslim.

Teringat dulu kata-kata seorang mentor dulu saat mentoring di salman. Sebagai alumni ITB kita tidak dituntut untuk menjadi seorang ustad dalam ilmu islam, I mean ustad-ustad yang literally biasa kita kenal. Meskipun ilmu islam wajib juga dipelajari. Tapi justru kita dituntut untuk menjadi engineer ataupun perekayasa dalam ilmu jurusan yang kita pelajari, dan mencari ranah kontribusi di sana, dengan tetap mutlak jati diri muslim melekat kuat di dalam hati. 

Ustad dalam ilmu islam ibaratnya menjadi “side-job” dari alumni ITB. Seperti yang dilakukan oleh Pak Arcandra ini. Beliau job utamanya sebagai engineer perminyakan, namun di sela-sela waktunya tetap mengajarkan Al-Quran dan juga ilmu-ilmu islam pada orang-orang disekitarnya.

Sebagai penutup saya hanya ingin berdoa. Ya Allah, mampukanlah saya dan juga pemuda muslim lainnya untuk bisa mengikuti jejak beliau. Aamiin.[]

One thought on “Percikan Inspirasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s