Journey to find Rizq (V): Nippon Telegraph and Telephone


Finally bisa melanjutkan lagi series ini. Baru punya waktu nulis lagi, beberapa hari yg lalu cukup hectic dengan beberapa kegiatan, kantor, silaturahim, nikahan, random namatin buku Dee pinjeman dari temen dan (baru) ngikutin serial House of Cards which is really cool and many insight! hope could write about this later.

Back to topic, seperti yg sudah aku tulis di empat post sebelumnya, cukup panjang perjalanan untuk mengejar Rizq yg sudah Allah tetapkan. But yeah that’s life justru dengan up and down hidup menjadi lebih berwarna. La Haula wala Quwwata Illa Billah…  La Haula wala Quwwata Illa Billah.

The Door

Setelah berbagai perjuangan di karir fair ITB, yang belum ada satupun yg berjodoh, justru pintu rezeki itu datang dari tempat lain. Yap, dari tempat yg tak di sangka-sangka.

Short story, Tugas Akhir yg aku kerjakan dengan 2 teman lainnya, Rosin & Wildan, masuk di media.

Beberapa hari setelah berita itu terbit, tetiba Rosin dihubungin oleh seorang alumni ITB, Pak Tavip namanya, IF ’89. Beliau bekerja di perusahaan IT di jakarta yg aku belum tau apa itu. Beliau tertarik dengan TA yang kami kerjakan karena ada beberapa proyek di perusahaannya yang berkaitan dengan healthcare. Ga tanggung-tanggung beliau sendiri yang langsung meluncur dari Jakarta mendatangi kami di Bandung, katanya sih sekalian mau mampir ke kampus, sudah lama. Angkatan 89 bro haha.

Ngobrol-ngobrol singkat, awalnya beliau ingin mengembangkan TA yg kita kerjakan. Tapi kita mah jujur-jujuran aja, masih awal riset pisan dan sangat jauh dari ranah komersial. Akhirnya beliau menawarkan untuk kami bergabung di perusahaannya. Wih random pisan. Aku yg dulu masih awam, ga langsung tertarik, karena belum tau perusahaannya apa. Tapi karena Rosin sudah keterima kerja, Wildan udah dapet LPDP, tinggal aku yang diapproach bapaknya. Jadi ngerasa enak. Lol.

Sempet japri-japrian dengan pak Tavip, dan baru taulah perusahaan tempat beliau bekerja adalah salah satu perusahaan multinasional teknologi yang sudah masuk dalam fortune global 500. La Haula wala Quwwata Illa Billah…  La Haula wala Quwwata Illa Billah.

NTT Data

NTT stands for Nippon Telegraph and Telephone. Salah satu perusahaan tua asal jepang, dan peringkat 65 di fortunes 500 in term of revenue (check the full list here: http://fortune.com/global500/).

Simplenya, NTT sekarang sudah sangat besar dan mendirikan payung bernama NTT Group. Sejenis google yang mendirikan Alphabet. Jadi NTT sendiri tidak ada core productnya, bisnis utamanya adalah membeli dan akuisisi perusahaan berbasis teknologi. Di bawahnya ada 6 anak perusahaan utama yaitu NTT West, NTT East, NTT Communication, Dimension Data, NTT Docomo dan NTT Data.

tads-telecom-summit-ntt-naoki-uchida-3-638

NTT Data sendiri fokus di IT services dan system integration. Wew if you know, ini business worldwide nya sangat beragam, mulai dari payment, energy, healthcare, flight planning, transportation, dll. Intinya:

how to solve people problems with technology

Keren pisaan!! Serius!! Exactly a type of company what I really dream to build! Visi utama perusahaan ini Global IT Innovator. Dan untuk NTT Data Indonesianya adalah menjadi perusahaan nomor 1 IT Service di Indonesia. Wew. Tunggu aku buat sendiri nanti yak! bersaing kita! Aamiin :p

Untuk lebih gampangnya mengenal what company I am working for right now, mending langsung nonton video singkat nya disini:

And I just realized anyway, di menit 4:13 itu bos aku di kantor. Namanya Pak Singgih, alumni mesin ITB 80an. Haha.

Match with the Criteria

Alhamdulillah. Aku setiap kali teringat mendapatkan NTT Data sebagai perusahaan pertama pasca kampus untuk tempat belajar, benar-benar ingin terus bersyukur atas jalan yg Allah berikan ini. Di tulisan sebelumnya aku sempat membuat beberapa kriteria list perusahaan sebagai tempat belajar pertama. Dan in fact, NTT Data memenuhi 100% kriteria tersebut, bahkan bisa dikatakan lebih dari itu, 150%! Let’s do the check list of the work criteria

Memiliki kesempatan untuk belajar (checked)

Aku di NTT Data Indonesia memiliki role sebagai Business Analyst (BA). Dan di awal-awal dilibatkan langsung di berbagai projects. Sekaligus belajar tentang Software life cycle. Simplenya tugas seorang BA adalah menganalisis problems dari client dan membuat requirement solutionsnya dengan menggunakan teknologi. Love this scope of work so much!

Bahasa kerennya kita merancang high level design dari suatu project. Jadi banyak bermain dengan flowchart dan visio. I learnt many new things here. Mulai dari how to solve client problems, how to test the solutions, how to create the requirement design, how to think in the clients’ shoes, etc. Dan kerennya lagi, NTT Data memfokuskan core business nya di Recurring Revenue, jadi bukan cari tender client, give them service and end. Selesai. Tapi bener-bener merancang suatu solution system yang sustainable, which is kita membuat produk sendiri, dan memberikannya ke client untuk jangka panjang agar tercapai recurring revenue tadi. Ibarat kerja di perusahaan startup tapi dengan capital yang sudah gede. What a lovely job BA is x). La Haula wala Quwwata Illa Billah…  La Haula wala Quwwata Illa Billah.

Materi oriented/ high salary (checked)

It’s relative, isn’t it? Tapi Alhamdulillah it’s beyond my expectation either. Bargaining position aku pas pertama kali nego gaji lumayan kuat, karena dari company nya sendiri yang approach. Dan karena ini perusahaan besar worldwide, they truly value my international intern experience. Yah intinya sangat cukup untuk kategori freshgraduate di Jakarta. Hihi. La Haula wala Quwwata Illa Billah…  La Haula wala Quwwata Illa Billah.

Tidak ingin terikat lama (checked)

This is what I love from this company as well. Tidak ada penalty jika keluar dari perusahaan di tengah-tengah kontrak. What for keeping someone who are not passionate about their job anymore. Aku sempet pengen nyobain kerja di startup sih, once, sebelum master. Jadi ada kemungkinan resign di tengah-tengah hehe. Tapi depends on project yang aku kerjain sekarang sih, lumayan menarik kalo jadi goal. Yah, intinya Allah always knows the best. Liat aja nanti. La Haula wala Quwwata Illa Billah…  La Haula wala Quwwata Illa Billah.

Lokasi di Jakarta (checked)

Indeed it is! Di Jl. Sudirman lagi, Jakarta selatan yang sangat dekat ke Jakarta Pusat. Kemana-mana gampang. Bahkan lokasinya strategis pisan. Ntar di bawah aku jelasin.

Perusahaan Teknologi (checked)

Dilihat dari video di atas, udah keliatan kan. Jadi memang asiknya kerja di sini, business variation variable nya gede. Beda misal dulu aku dapet kerjanya di Prysmian misalnya, product nya kabel hungkul. Atau di Keyence. Produknya automation sistem doang. Bahkan NTT Data salah satu benchmark company personally if someday I have a chance to build one. Aamiin.

Tidak ingin terlalu engineering (exactly checked)

Awal-awal aku ditawarin antara jadi BA atau ga developer which is ngoding. Owman, pas interview, I honestly said I couldn’t stand for coding anymore. Haha. Bisa saja aku ditempatin di developer, tapi aku bilang, I’m totally sure I can’t work with my 100% potential, gitu. Alhamdulillah jadinya ditempatin di BA. Which is a bridge between business and engineering.

Exactly checked banget ga kriteria ini. Karena aku juga ga mau hilang dari keilmuwan yang sudah susah payah aku pelajari 5 tahun di ITB. Tapi aku juga ga mau too deep inside di dunia research engineering atau development. BA is totally the answer!

Jujur aku dulu bener-bener no idea pisan, apaan ya pekerjaan yang engineering, tapi ga terlalu engineering banget (?). Eh Allah answers it with this BA position. This is exactly what I really love about. La Haula wala Quwwata Illa Billah…  La Haula wala Quwwata Illa Billah.

Multinasional (checked)

Fortunes 500 of course it is a Multinational company. Mangga di kepo di website worldwide nya. Disana juga ada countries office nya:

http://www.nttdata.com/global/en/

To be honest, I want to dare to dream big globally. Therefore sebagai tempat belajar awal I prefer to work in MNC rather than state own entreprise (BUMN). I believe the system in MNC should be well established. Dan dengan beberapa bos asing, I have to speak English. Bahkan untuk formal communication through email, we have to use English by default in NTT Data.

Beyond Expectation

Seperti yang sudah aku tulis sebelumnya. Alhamdulillah. Allah gave me a first job of which outpace my expectation. Serius bener-bener melebihi kriteria wajib bahkan melebihi kriteria sunnah yang aku inginkan. Berikut what are the beyond:

Lokasi tidak hanya di Jakarta, tapi di Segitiga Emas-nya

Kriteria yang aku inginkan, intinya pengen banget kerja di Jakarta, dimanapun deh, di ujung Jakarta juga gapapa, yang penting aku bisa lumayan tau-tau dikit daerah di Ibukota. And Allah answers it beyond my expectation. My office is not only in Jakarta, but it is exactly located in Golden Triangle area Jakarta, which is salah satu business district terbesar dan untuk kemana-mana sangat gampang.

segitiga emas jakarta

Bahkan yang paling enak, gedung kantor aku di Wisma 46 BNI kan, yang mana pol travel buat ke Bandung Sararea di Blora tinggal jalan, pol Baraya exactly depan gedung kantor, halte busway terdekat Dukuh Atas tinggal jalan, dan Stasiun kereta Sudirman juga tinggal jalan. Bahkan kalo MRT yg lagi dirancang jadi, stasiun MRT terdekatnya juga tinggal jalan. Alhamdulillah. La Haula wala Quwwata Illa Billah…  La Haula wala Quwwata Illa Billah.

Semi-Startup culture

Kita perusahaan Jepang, tapi dengan kultur perusahaan teknologi ala startup. Normally masuknya jam 8AM-5PM. Tapi masuk ga masalah jam 9AM, atau lewat-lewat dikit. Dan pulang pun fleksible, asal Kerjaan selesai. Terus di pinjemin laptop lagi, ga tanggung-tanggung Lenovo Thinkpad E450, series terbaru. Dan boleh di bawa pulang. How lucky!

Work life is truly balance

Selain jam kerja yang benar-benar mendukung work life balance -jadi ga bener-bener gila kerja, sampai harus pulang malem dll- aku juga memiliki beberapa aktivitas refreshing di luar kerja setiap minggunya:

  • Free Japanese class every wednesday directly with our beloved CEO. Serius yang ngajar langsung CEO kita. Haha
  • Futsal Every monday di lapangan premium Grand Futsal Kuningan. Aku diajakin temen kantor buat rutin futsal. Karena mereka udah jadi member, jadi dapetnya lapangan premium yang gede. Puas banget mainnya
  • Swimming every Tuesday di Sudirman Executive Apartment. Jadi temen kantor ada yang orang tua nya tajir, dan tinggal di apartemen executive gitu. Dan yang paling penting dia nya baik banget. Dia minjemin akses card nya ke kita buat masuk ke apartemen, yang di tengah-tengah nya ada private swimming pool, bahkan dilengkapi dengan jacuzzi & spa gitu. Jadinya rutin deh tiap selasa kita berenang. Target utama tahun ini: menguasai butterfly technic! Hihi :9
IMG_20151108_132406

Penampakan kolam dari atas. Itu yang bangunan atap lingkaran sebelah kanan jacuzzi nya :p

  • Cheapest XXI di setiabudi one tinggal jalan dari kosan. Ini paling sabi sih haha. Dari kosan beneran tinggal jalan 10 menit sampe deh di Setiabudi One, yg harga nonton di XXInya cuma 25rb. Hampir tiap minggu jadinya :p

Near Big Mosques

Di kantor ada mesjid putih gede namanya Al-I’tisham. Adem pisan terutama buat tidur bentar 10-20 menit paska sholat zuhur. Di deket kost juga ada mesjid SMAN 3, gede dan AC. Dan yang paling penting bacaan imam nya baguus. Jujur rada kumaha ya, kalo di mesjid-mesjid kecil gitu pas dulu pindah-pindah kos di Bandung, kadang Imam nya tuh yang udah tua, dan tahsinnya…. :(

Ohya ke Istiqlal, masjid terbesar di Indonesia, juga deket, tinggal naik busway sekali. Yang sering banget ada acara kajian-kajian untuk menyeimbangkan ruhani ditengah derasnya arus keduniaan di Jakarta. La Haula wala Quwwata Illa Billah…  La Haula wala Quwwata Illa Billah.

Well priced and rich variation menu foodcourt

Kalo kalian pernah ke gedung wisma 46 BNI, wah itu di depan gedung, berderet warung makan dengan harga yang super terjangkau dan berbagai jenis makanan. Mulai dari gudeg, sop, ayam penyet, soto berbagai variasi mulai dari soto bandung, kudus, betawi, terus ada juga sate, nasi goreng, gulai, tongseng, bahkan gurami, bebek, dll juga ada. Di deket kosan lebih enak lagi, karena deket SMA jadi harganya menyesuaikan harga SMA yang ga beda jauh dengan harga di Bandung. Jadi lumayan bisa hemat deh.

Got an “executive” kost dengan harga terjangkau

Yoi, di claimnya gitu oleh pihak kost nya haha. Coba aja google: “10 residence”, pasti muculnya kost exclusive jakarta. Atau boleh coba kepo -yang aku juga baru tau- ada website resminya http://www.the10residence.com/ haha. Lokasinya di setiabudi, jadi ke kantor tinggal jalan kaki, ga perlu ongkos transport.

Awalnya aku ngekos sendiri, dengan harga 1 juta per bulan tapi di tempat rada kumuh gitu. Eh tetiba di hari pertama kerja temen kantor ngajakin kost bareng di tempat 10 residence tea. Jadinya sekamar berdua deh, cuma 2.3 juta sebulan. Untuk fasilitas mewah yang didapet harga segitu termasuk murah. Bayangin aja ada AC, kulkas, springbed, full furnished yg baru dibangun lagi jadi meja, lemari, semuanya baru, ada juga TV kabel, laundri tiap hari maksimal 3 potong, kamar mandi shower dengan water heater, CCTV 24 jam, dan di atas nya ada open rooftop dengan pemandangan gedung-gedung segitiga emas ala Singapore, juga ada dapur lengkap dengan kompor dan peralatan lainnya. Alhamdulillah. Mumet kerja di kantor sangat terkurangi dengan tinggal di sini. La Haula wala Quwwata Illa Billah…  La Haula wala Quwwata Illa Billah.

Near to many Malls 

Selain jalan ke Setiabudi one, ke Mall-mall lain juga deket banget. Ke GI tinggal jalan dari kantor. Ambassador, kuncit, juga tinggal gojek. Ke FX, Senayan city, kota kasablanka dll juga cukup dengan Bus Way. Semoga tidak tergoda untuk terus he(a)do(w)n. Lol

Projects I am Working On

Sebagai BA aku disini involve di project apaan sih? Nah jujur, ga semua project di sini menarik haha. Beberapa lumayan boring, yah kurang menantang aja. Aku sekarang lagi baru mau ngajuin satu project yang bener-bener menarik. Bahkan ada kemungkinan kalo project ini ga di approve oleh company, aku siap resign deh buat ngebangun bendera sendiri untuk ngeberesin project ini haha.

Gimana detailnya? Di tulisan selanjutnya aja ya. Haha. In syaa Allah. Awalnya mau cuma sampe Journey to find Rizq (V), tapi kaya nya masih perlu lanjut sampe (VI) buat ngejelasin proyek yang aku kerjain sekarang. Semoga ada waktu. Aamiin. Ditunggu yak.[]

One thought on “Journey to find Rizq (V): Nippon Telegraph and Telephone

  1. Pingback: Journey to Find Rizq (IV): Brute Force Mencari Kerja | Curahan Kehidupan dalam Rangkaian Kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s