Reflection: The Cards Left & Making Mistake


Minggu awal kerja. Mau sedikit refleksi. Hal simpel sih sebenernya, tapi kebetulan lagi ada mood nulis aja, jadi ditulis. Alhamdulillah senin kemarin aku baru resmi jadi karyawan salah satu kapitalis jepang. Detail skip. Rencana mau nulis juga tentang ini.

Intinya aku mendapat 2 kartu, RFID, untuk akses gedung dan akses kantor. Alhamdulillah kosanku nyaman pisan (masih dalam mindset mahasiswa lol), tapi kelemahannya lumayan jauh dari kantor. Jadi harus jalan. Ga jauh-jauh juga sih, tapi untuk Jakarta mayan keringetan juga, yah hitung-hitung olahraga tiap pagi.

Nah ceritanya, dua hari yang lalu, ketika sudah 3/4 jalan menuju kantor, I left those two cards in my shirt’s pocket yg ada di kosan, dan itu akan di laundry. A bit panic, masa baru awal-awal sudah ngilangin kartu. Kecuci lagi zzz. Dan waktu itu hampir jam masuk kantor. Akhirnya decided, jalan cepat ke kantor, naruh tas (minimal presensi udah hadir), terus langsung balik lagi ke kosan, buat ngecek semoga belum terlaundry.

Lumayan keringetan banget, karena udah kelamaan di Bandung kayanya lol. Soalnya harus jalan mayan jauh. Singkat cerita, akhirnya naik ojek, dan Alhamdulillah sampai di kosan sepersekian detik sebelum kemeja yang ada kartunya itu masuk mesin cuci. Selamat.

Keesokan harinya, I feel I become more careful to keep those two cards. Intinya jangan sampai tertinggal lagi di kantong. Dan setiap pagi, ketika mau berangkat kerja pun karena pengalaman ketinggalan kemarin, selalu mengecek kartu tersebut supaya jangan lupa.

self-reflection

Simple Reflection: Terkadang kita harus melakukan kesalahan untuk membuat diri menjadi lebih baik. Lebih hati-hati, lebih peduli, lebih teliti, dan lebih-lebih lain. Karenanya bersyukurlah ketika melakukan kesalahan, atau bahkan gagal. Pasti akan banyak pembelajaran di dalam sana. Allah pun sudah memastikan di Al-Insyirah 5-6, dilakukan pengulangan lagi.

“Inna ma’al usri yusro fa inna ma’al usri yusro – Bersama kesulitan pasti ada kemudahan”

Dan cobaan itu pasti datang ke setiap orang. Jadi jangan merasa iri dengan kehidupan orang lain, kita tidak tahu apa saja yang sudah dilewati oleh mereka

Dan sungguh akan Kami uji (iman) kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S. al Baqoroh [2]: 155)

Percayalah, kesalahan, kegagalan, kesedihan, itu semua in syaa Allah justru lebih membangun diri menjadi lebih baik. Untuk menjadi bahan pelajaran yang sangat berharga untuk masa depan. Untuk upgrading diri dalam hal kapabilitas. Dan terus berkembang untuk terus-menerus mengejar Ahsanu Amala, dengan tujuan akhir adalah surga :).[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s