Journey to Find Rizq (III): Kriteria & Pengalaman Daftar Kerja sebelum Lulus


Tulisan ini sambungan dari post sebelumnya yang bisa dilihat disini:

Journey to Find Rizq (I): Short, Middle and Long term Plan

Journey to Find Rizq (II): Opsi-opsi

Paska lulus sebenernya ada satu lagi cara untuk mencari rezeki, yaitu dengan proyekan dengan dosen. Jadi simpelnya binis sambil proyekan. Wah itu ideal banget. Apalagi kemaren sempet ada tawaran 3 proyek menarik bareng senior. Kalo proyek itu goal, wih langsung nikah plus DP rumah aku mah haha *lebay*.

Tapi emang balik lagi, rezeki sudah di atur. Proyek pertama postpone. Proyek kedua kompetensi yang aku punya masih kurang. Terakhir proyek ketiga yang lumayan gede, ga goal. Akhirnya opsi 2 untuk langsung bisnis turun prioritas dan yang menjadi prioritas utama adalah opsi 3, bekerja dulu di suatu perusahaan. Plan’s changed.

Tiada sesuatupun yang ghaib di langit dan di bumi, melainkan (terdapat) dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. 27:75)

Nah untuk kerja sendiri, aku juga mencoba memasang beberapa kriteria, atau target perusahaan. Yah at least I have plan dan minimal biar ada ikhtiar untuk mendapatkannya. Again, it’s all just a plan, at last Allah will the one who will decide what job should I take and what path should I walk into. La Haula wala Quwwata Illa Billah…  La Haula wala Quwwata Illa Billah

Kriteria Utama

Jadi sebenarnya ada 3 kriteria utama dari perusahaan yang benar-benar aku coba perjuangkan untuk mendapatkannya

  1. Memiliki kesempatan untuk belajar
    Jadi aku ingin ada ilmu atau sesuatu yang bisa kupelajari. Karena beberapa perusahaan mungkin ada yang jobdes nya rada ga jelas, hanya sekedar duduk ngawasin, banyak nganggurnya, dll. Intinya sedikit kesempatan untuk belajarnya.
    .
  2. Materi oriented/ high salary
    Mencoba jujur, untuk awal-awal I prefer to work with high salary. Uang ga penting, tapi banyak hal penting yang bisa dibeli dengan uang. Dan sadar juga aku anak pertama dan dua adikku masih kuliah di dua kampus yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Setidaknya aku sudah harus mandiri bahkan bisa mengirim yah minimal bantuan uang jajan tiap bulannya. Makanya sebenarnya rada tertarik untuk awal-awal kerja di perusahaan oil and gas. Tapi tau sendiri kan gimana kondisi oil & gas saat ini, harga minyak turun, perusahaan tidak hiring bahkan banyak karyawan baru yang di off, sabar ya teman-teman FTTM :( Rezeki sudah ada yg ngatur kok.
    .
    Alasan kedua sebenernya masih terkait dengan mimpi sekolah di Amerika. To be honest I prefer directly apply master study as soon as I graduated from ITB. But it needs money as well. Terutama kampus Amerika. Butuh TOEFL IBT/Ielts yg tesnya ratusan dollar, butuh GRE juga yg tes verbalnya susahnya minta ampun which is minimal harus ikut intensif, kemudian formulir kampus juga berbayar (karena seharusnya ga ngeapply ke satu kampus doang, tapi lebih), which means all of them need money. Aku ga mau pakai uang tabungan tanpa ada pemasukan, apalagi harus minta orang tua. Therefore I decided I need to work first sambil mempersiapkan hal-hal tersebut. La Haula wala Quwwata Illa Billah…  La Haula wala Quwwata Illa Billah.
    .
  3. Tidak ingin terikat lama
    Sebisa mungkin aku tidak ingin memiliki kontrak yang lama dahulu, misal sampai 5 atau bahkan 10 tahun. Karena memang mencoba mengikuti middle term target untuk lanjut studi S2. Target sih maksimal kerja 3 tahun sebelum lanjut kuliah lagi.

Kriteria Sunnah/Tambahan

Nah untuk yang di bawah ini sebenarnya kriteria sunnah atau additional. Kalo dapat Alhamdulillah, kalo ga juga ga masalah, asal 3 kriteria utama bisa terpenuhi

  1. Lokasi di Jakarta
    Ini jadi nomor satu meski cuma di kriteria sunnah. Karena penting banget, mungkin bisa masuk ke kriteria utama haha. Jujur aku masih cups banget daerah Jakarta. Ditanya kuningan ke sudirman, Sarinah ke simatupang, Depok ke Senayan, bener-bener ga tau. Lewat tol mana, terus mana yang jaksel, jakpus, jaktim dll. Blank dah sumpah. Makanya orang-orang pada menghindar hidup stres di Jakarta, aku justru malah pengen pisan (at least for a moment). Karena Jakarta benar-benar pusat bisnis di Indonesia and I think I need to know the area for future business. Ma’rifatul medan bahasa kerennya haha. Yah tapi semoga ga grow old di kota super macet ini juga ;)
    .
  2. Perusahaan Teknologi
    I prefer to work in IT based or technology based company. Maksudnya yang produk utamanya berkaitan dengan IT, hardware atau software. Jadi bukan pupuk, makanan, minuman, sabun. Bahkan minyak dan tambang juga mager sebenernya hihi.
    .
  3. Tidak ingin terlalu engineering
    Ini sebenernya rada ga jelas sih kriterianya, wong aku lulusan engineering. Yah intinya prefer yang bukan dibagian “engineering banget” lah, engineering-engineering dikit(?) gapapa lol. Silahkan dipersepsikan sendiri ding haha
    .
  4. Multinasional
    Multinasional Company (MnC) salah satu yang ingin aku masukin untuk pengalaman pertama paska kampus. Denger-denger dari senior sih, MnC kebanyakan sistemnya sudah bagus, settle, jadi ingin belajar saja dari mereka. Ditambah kemungkinan banyak jaringan global juga yang bisa didapat.

—-

Nah dari kriteria-kriteria itu dimulailah perjalanan menjadi seorang job seeker haha. Yang ternyata faktanya dunia ga seideal itu. Bahkan sempet di suatu waktu terbesit, bodo amatlah sama kriteria, nu penting kerja heula we lah sekarang. Haha. Ya begitulah. La Haula wala Quwwata Illa Billah…  La Haula wala Quwwata Illa Billah.

11507708-large.jpg

Total E&P Indonesie

Ini tes kerja pertama yang aku apply. Dulu banget sebelum lulus. Jaman harga minyak belum turun. Pengalaman menarik, karena pertama jadi bener-bener gaada pengalaman sama sekali sebelumnya.

Random kirim CV, Alhamdulillah lolos ke tes tulis (ada ga ya lupa) & wawancara HR. Wawancaranya standar sih tentang diri dan pengalaman. Terus lanjut ke wawancara User di Jakarta, which is pertama kali banget juga. Jadi gatau menau apa itu user dll. Dateng we dulu lah ke Jakarta, paling ditanya tentang diri, rencana ke depan kaya wawancara HR. Tapi ternyata beda banget teman-teman!! Dibantai abis aku waktu itu lol!!

Yang ngewawancara top manager alumni ITB (tekim atau mesin lupa). Dia nanya banyak

“What do you know about TOTAL company visions?”
“Whaaat…. ” *Dalem hati, mana aku tau -_-*

Aku kira wawncara user teh kaya wawancara HR gitu, tentang diri, CV, sifat, plan ke depan dll. Tapi bukan itu banget. Melainkan tentang company profile, kompetensi dll. Langsung jujur aja ku jawab polos

“I haven’t read it sir”
“So what do you know about TOTAL?”
“Umm, it’s Oil and Gas Company from France”
“In term of what? Then what other else besides Oil and Gas that we do?”
“Umm, I don’t know sir”
“…. so why do you want to join us!!?”

Edan lah kena marah haha. Ya karena jujur emang ga ada persiapan sekali. Terus pembantaian masih belum usai

“What do you know about thermodynamics in oil and gas industry?”

Bzzzz. Termodinamika aku dapet BC coy lol. Dan itupun satu mata kuliah basic science. Yah kalo dasarnya sempet aku jelasin singkat, hukum termo I dll. Itupun rada terbata-bata. Akhirnya in the end aku berdalih

“I am from Electrical Engineering sir, I don’t study much about thermodynamics”
“I know, but that’s the core of our industry. And it’s basic enough to explain!!”

Nada tinggi gitu. Iya pak. Hampura pak. Beneran lupa pisan. Akhirnya aku cuma ngangguk-ngangguk. Yah begitulah pengalaman daftar kerja pertama. Akhirnya gaada panggilan lagi. Yakali dipanggil lol. Benar-benar sebuah pelajaran cukup kacau tapi berharga. La Haula wala Quwwata Illa Billah…  La Haula wala Quwwata Illa Billah.

Result: Failed
Lesson learned: Try to know more about who we want to apply

—-

Toshiba Japan

Ini juga sama daftarnya sebelum lulus. Jadi masih ngerjain TA. Aku sempet cerita juga terkait ini di tulisan ini:

https://afifizzatullah.wordpress.com/2015/01/20/mukjizat-istikharah-pertolongan-allah/

Cukup panjang juga, lolos tes tulis, wawancara HR, hingga dipanggil ke jakarta untuk presentasi TA ke manager-manager dan semuanya orang Jepang langsung. Kalo ini lolos paska lulus aku langsung kerja di Jepang. Tapi tidak ada panggilan lagi,which is ditolak, karena menurutku ada 2 alasan. Topik TA yang ku kerjakan cukup beda dengan proyek mereka. Kedua ketika di tanya “How long you are able to work with us” aku cukup ragu jawabnya. Kalo kata senior sih, Toshiba butuh orang yang benar-benar komit. Ga cuma 5 tahun itu mah sebentar. Tapi komit untuk kerja di sana yah 10 tahun atau lebih. La Haula wala Quwwata Illa Billah…  La Haula wala Quwwata Illa Billah.

Result: Failed
Hikmah: Allah masih menghindarkan aku dari mengabdi lama di perusahaan asing

—-

Samsung Indonesia

Ini aku daftar Graduate Trainee Program, sama juga sebelum lulus. Tepatnya sebelum berangkat ke Jerman. Sudah cukup panjang juga, ada tes tulis, wawancara HR hingga dipanggil ke Jakarta wawancara user. Kali ini aku ga mau ngulangin kesalahan yang sama, profile Samsung benar-benar kubaca dan kompetensi yang aku punya aku coba pelajari.

Tentang perusahaan aku lancar jawabnya. Tapi ada satu blunder yang aku rasa salah satu sebab aku ga lolos. GTP ini dibagian Sales & marketing, mereka butuh orang yang mau turun ke bawah dan low profile. Sedang aku waktu itu ngerasa ngeajawabnya sok-sokan menonjolkan sisi leadership. Aku pernah pengalaman di organisasi ini, pernah mimpin disini, seakan-akan terkesan high profile. Tidak menunjukan sebagai followers yang baik. Padahal good leader is good follower. Dan mereka butuh orang-orang itu. Dan aku baru sadar setelah wawancara. Langsung istighfar.

Tapi Alhamdulillah, aku diterima Intern di Hamburg, which means, kalo pun aku lolos GTP ga bakal bisa aku ambil karena aku harus berangkat ke Jerman. Allah benar-benar tau yg terbaik ya :’) La Haula wala Quwwata Illa Billah…  La Haula wala Quwwata Illa Billah.

Result: Failed
Lesson learned: Hindari ujub, dan terlalu jumawa dengan diri sendiri. Try to be humble, bahkan Rosul pun disaat sahabat berlomba menguliti, memotong daging, memasak, beliau berkata “biar aku yang mencari kayu bakar” :’)
Hikmah: Allah always knows the best dan secara adil memberi rezeki untuk kandidat lain, karena aku pun misal lolos ga bisa aku ambil karena harus ke Jerman

—-

Seiinget aku sih, tiga perusahaan itu yang pernah sempet aku daftar sebelum lulus di tahun lalu. Terus bulan juli 2015 Alhamdulillah aku berangkat 2 bulan ke Hamburg untuk Intern dan pulang ke bandung September, untuk langsung wisuda Oktober 2015. Nah paska wisuda beban mental datang. Selalu di tanya sibuk apa sekarang? Kerja dimana? Atau lagi S2? Haha. Ampun dah.

Akhirnya ketika ada karir fair di Sabuga aku coba untuk sebar CV ke banyak perusahaan lol. La Haula wala Quwwata Illa Billah…  La Haula wala Quwwata Illa Billah. Sambungannya ditunggu ya di post selanjutnya:

Journey to Find Rizq (IV): Brute Force Mencari Kerja

 

2 thoughts on “Journey to Find Rizq (III): Kriteria & Pengalaman Daftar Kerja sebelum Lulus

  1. Pingback: Journey to Find Rizq (II): Opsi-opsi | Curahan Kehidupan dalam Rangkaian Kata

  2. Pingback: Journey to Find Rizq (IV): Brute Force Mencari Kerja | Curahan Kehidupan dalam Rangkaian Kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s