Journey to Find Rizq (I): Short, Middle and Long term Plan


Dan tidak satu pun makhluk bergerak di bumi melainkan dijamin Allah rezekinya. (QS Hud: 6)

Ya begitulah, rezeki sudah ada yg mengatur tapi tetap harus ada ikhtiar untuk menjemputnya. Aku jujur sudah ada beberapa rencana paska kampus. Short, middle and longterm. Yah tentunya mengikuti apa yg Steven Covey tulis, start from the end, jadi mencoba untuk memetakan tujuan akhir yang ingin dicapai dan menurunkannya dalam milestone jangka pendek dan menengah. Meski balik lagi itu hanya rencana.

We could write plans with our pencil, but let God have the eraser. To change something better beyond our horizon.

Makanya, try to be as close as possible with Him, in order to get better future of our plans. La Haula wala Quwwata Illa Billah…  La Haula wala Quwwata Illa Billah :)

Okay sebelum lanjut ke bawah, want to be clarified, beberapa yang ditulis setelah ini hanyalah sebuah rencana dan mimpi. Fail to plan is plan to fail. Minimal hidup ini tidak mau hanya mengikuti arus. Kalo kata Napoleon Hill di bukunya “Think and Grow Rich”, tujuan itu harus ditulis, bahkan sedetail-detailnya. Kemudian tidak cukup seperti itu, harus juga dibayangkan dan diucapkan sebelum dan bangun tidur. Dan yang paling penting ya dikerjakan.

As a muslim, we should have a dream. Ralat. We must have a dream. Check out tulisan sebelumnya disini. Tapi tetap keputusan Allah adalah keputusan tertinggi. I don’t know whether all of these plans and dreams that I want to write here will come true or not. But Allah must know the best. La Haula wala Quwwata Illa Billah…  La Haula wala Quwwata Illa Billah.

Middle and Long Term Plan

Aku mempunyai tujuan jangka menengah (setidaknya hingga saat ini, belum tahu kedepannya bakal berubah atau tidak), yaitu:

Kuliah di Amerika, kerja dan tinggal sementara di sana (jika memungkinkan di Silicon Valley), mendirikan startup disana

Mengapa Amerika? Okay terlepas dari next presidentnya Trumph atau bukan, memang mimpi ke negeri paman Sam ini sudah ada sejak SMA. Ingin mengunjungi negara -yang bisa dibilang- paling berkuasa saat ini. Negara paling liberal dan kapitalis. Yang mata uangnya sealu dipakai untuk konversi di dunia internasional. Yang katanya hampir sebagian besar perputaran uang di dunia terjadi di negara ini.

Ingin juga tinggal dalam jangka waktu tertentu disana. Merasakan hidup disana. Mencari pengalaman, jejaring, power, ilmu dsb yang bisa mensupport tujuan jangka panjang hidup. La Haula wala Quwwata Illa Billah…  La Haula wala Quwwata Illa Billah.

Terus apa long termnya? Nah, untuk tujuan jangka panjangnya, yaitu:

Kembali ke Indonesia. Membuat perusahaan di bidang teknologi, yaitu masuk ke kuadran B (business). Kemudian terjun ke dalam dunia investasi di kuadran I (investor), dan menjadi investor untuk startup teknologi di Indonesia

*diambil dari buku Cashflow Quadrant karya Robert T. Kiyosaki

Financial-Quotient_10

Sebenarnya mimpi ini terinspirasi dari perkataan dosen. “Kalo saya punya 100 Triliun mending saya buat perusahaan semikonduktor.” Aku lupa angka pastinya sekian triliun lah. Tapi intinya begitu. Instead of investasi di properti, pangan, dll, aku bermimpi untuk bisa berinvestasi dalam bidang teknologi.

Yah tentunya ini harus selaras dengan politik negeri yang mendukung. Aku beberapa hari belakang baru sedikit berkecimpung dalam dunia peralumnian. Dan bahkan ada 2 pemilu besar sekarang, IA ITB pusat dan IA ITB Jabar. Akhirnya banyak ngobrol dengan alumni-alumni. Dan salah satu kesimpulan, mendirikan bisnis besar di Indonesia ga segampang buka warung di pinggir jalan. Apalagi teknologi. Gesekan politik nya gede bos. Haha. Yah tapi gapapalah ya. Sekarang mumpung baru lulus, belum banyak ketemu realitas, idealisme dijaga dulu aja. Yah, semoga presidennya nanti juga teman sesama alumni ITB yg “gaul”. Hihi. Korea aja bisa, mengapa kita kaga.

Terus terkesan rada muluk amat ya? Ya gapalah. Namanya juga mimpi, imajinasikan saja setinggi-tingginya. Seperti kata pepatah kan, mimpi mah ke bintang tertinggi aja, kalo pun ga kesampean, jatuh juga di bintang-bintang di bawahnya. Bukan ke tanah. Hehe. La Haula wala Quwwata Illa Billah…  La Haula wala Quwwata Illa Billah.

Nah tujuan jangka menengah dan panjang tersebut, diturunkan lagi menjadi tujuan jangka pendek, yaitu shorterm plan. Disini yaitu adalah apa yang harus dilakukan paska lulus dari kampus.

Short term Plan

Simplifikasi, sebenarnya ada tiga pilihan jalan utama yang mostly dipilih fresh grads ITB. Akademisi, profesional, dan Bisnis. For me,to be honest, aku mencoba menyesuaikan tujuan jangka menengah dan panjang seperti yang sudah ditulis sebelumnya, yaitu masuk ke dunia bisnis dan memiliki perusahaan global di bidang teknologi.

Nah, teknologi ini sebenarnya yang kadang masih awang-awang dan berat untuk di capai di Indonesia. Jadi akhirnya aku coba memetakan peluang dan opsi. Ada beberapa cabang pilihan:

lanjut S2 di luar negeri dulu, langsung terjun di dunia bisnis, atau bekerja dulu di suatu perusahaan. Opsi mana yang sebaiknya dipilih dan apa saja pertimbangannya, itu in syaa Allah akan bersambung di jilid 2 tulisan ini yang bisa dibuka di link ini

Journey to Find Rizq (II): Opsi-opsi

4 thoughts on “Journey to Find Rizq (I): Short, Middle and Long term Plan

  1. Pingback: Journey to Find Rizq (II): Opsi-opsi | Curahan Kehidupan dalam Rangkaian Kata

  2. Pingback: Journey to Find Rizq (II): Opsi-opsi | Curahan Kehidupan dalam Rangkaian Kata

  3. Pingback: Journey to Find Rizq (III): Kriteria & Pengalaman Daftar Kerja sebelum Lulus | Curahan Kehidupan dalam Rangkaian Kata

  4. Pingback: Journey to Find Rizq (IV): Brute Force Mencari Kerja | Curahan Kehidupan dalam Rangkaian Kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s