Decak acak pikiran hari pertama 2016


Yeay hari pertama 2016? Terus? Biasa aja sih. Eh ga juga, da aku mah selalu pake kalender masehi buat penanda untuk maju ke milestone selanjutnya. Pengen pisan buat kaleidoskop 2015. Semoga sempat, nanti yak ditunggu aja.

Nah untuk post ini cuma ingin nulis acak aja beberapa uneg-uneg yang ingin dicurahkan di hari pertama 2016.

***

Pertama, tahun kemarin (baca: beberapa hari yg lalu) aku baru diajak jadi salah satu tim kandidat ketua IA ITB. Menarik euy banyak pelajaran. Serasa masuk zona baru.

Makan bareng dengan senior & alumni, ditraktir terus kan tuh. Yah mental masih mahasiswa jadi masih kacrut aja, pilih yg mahal-mahal lol. Ntah mengapa dengan mereka seakan-akan uang bukan jadi hal utama lagi. Misal pernah diceritain ada satu angkatan alumni ITB, udunan 10 juta masing-masing, itumah kecil. Hal utama justru silaturahim, kolaborasi dan gerakan. Itu yang harus tetap terjaga dibanding materi.

Terus ketemu beberapa senior juga yang bisnis, wih mainan investasinya bukan puluhan, ratusan juta lagi. Udah milyaran sampe triliunan haha. Bahkan ada selentingan jumawa kaya gini dari senior

“Jadi alumni ITB jangan bercita-cita utama menjadi kaya. Sayang. Karena alumni ITB itu pasti kaya. Mimpilah untuk yg lebih besar”

Rada songong sih haha. Yah tapi jangan diresapi dalem-dalem juga. Ambil positifnya aja sebagai motivasi. La mun gimanapun alumni ITB kalo ga kerja keras ya tetep we bakal sengsara. Tapi titik tekannya di mimpi yang lebih besar itu. Disyukuri dengan almamater ini kita ada jaringan dan power yang bisa dimanfaatkan untuk kebaikan banyak orang.

Terus dengan ngobrol bareng mereka banyak juga mendapat referensi kehidupan paska kampus. Menjadi profesional, bisnis atau lanjut S2. Tentang politik juga banyak alumni ITB yg berperan bahkan sampai tataran nasional. Aku sih ngobrol-ngobrol dengan mereka jadi semakin mengokohkan salah satu long term goal, yaitu sesuai bukunya Robert Kiyosaki, untuk berada di kuadran I. Aamiin.

***

Kedua, tentang setengah agama. Hihi. Banyak kejadian menarik sebenernya tahun kemarin. Dan banyak dapat pelajaran dan nasehat juga dari berbagai pihak.

Tahun kemarin memang banyak pisan undangan nikahan haha, kakak kelas, teman seangkatan bahkan adik kelas. Tapi selalu asik saja membaca behind story mereka. Semakin yakin, yg namanya setengah agama bukan hal sepele yang hanya sebatas, saling interaksi dalam sosial media, di cie-ciein, pendekatan dengan interaksi yang terlalu dalam, chatting panjang, apalagi pacaran. Yg justru itu malah merusak hati dan mengganggu rasa cinta pada Sang Pencipta.

Tapi setengah agama itu benar-benar, bagaimana keseriusan untuk menyatakan taaruf, bertemu orang tuanya, menyatakan niat baik, dan berujung dengan ikatan suci pernikahan jika memang sudah Allah tentukan. Hindari pendekatan yang berlebihan, interaksi yang tidak selayaknya dilakukan. Karena ini benar-benar terkait suatu yang besar. Sesuatu yang suci. Bukan masalah suka-sukaan. Tapi benar-benar setengah dari agama. Surga dunia. Kebahagiaan hakiki. Dan merangkai mimpi bersama dengan tujuan akhir adalah surga. Jangan sampai jalan kesana terkotori dengan hal-hal yang Allah tidak suka sehingga ikatan suci ini menjadi kurang berkah kedepannya.

Makanya salah satu prinsip yg selalu aku ingat, hindari rasa yg terlalu berlebihan. Apalagi sampai sangat berharap atau memberi harapan, secara langsung atau tidak langsung (misal dengan interaksi tadi). Keep distance. Karena aku yakin, someday she will be someone’s. Dan itu sudah tertulis dalam kitabNya. Jadi jangan khawatir.

Satu lagi, hati ini juga rapuh. Jadi, sebelum ikrar itu terucap, jangan rusak hati sendiri dan orang lain. Cukuplah hati ini suci dengan rasa yang ingin selalu dekat denganNya. Ingin terus menambah ilmu agamaNya. Ingin terus tersibukan dalam aktivitas bermanfaat. Dan selalu ingin menempatkan di tempat tertinggi rasa cinta kepadaNya.

Dalam penantian pun lebih baik sibukkan dengan membaca. Datang kajian. Mengetahui apa saja kewajiban suami. Hak-hak apa saja yg harus diperoleh istri. Menyiapkan visi keluarga. Habit apa saja yg ingin dibangun. Memperdalam ilmu tentang parenting dalam Islam. Dan lain sebagainya.

Tapi yah terkait ini benar-benar salah satu yg masih misteri. Ntah skenario seperti apa yg Allah tuliskan but I always trust Him :)

***

Terakhir terkait mimpi. Hihi banyak banget mimpi di tahun 2016 ini. Tapi memang terkait ini kayaknya bakal ditulis terpisah. Kemungkinan aku bakal kerja dulu untuk setahun kedepan. Dan ada peluang untuk bisa berkunjung ke negara baru lagi tahun ini. Baru peluang haha. Yah tapi cerita terkait mimpi dan jalan ke depan ini bisa jadi satu post sendiri (semoga sempet nulis).

Overall selamat tahun baru 2016. Semoga kita di tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Aamiin.[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s