Say what you are doing as a Muslim


Saya memilki sedikit pengalaman menarik. Yang mungkin bisa menjadi salah satu pembelajaran untuk para pembaca, terutama yang ingin mengembara di negara muslim minoritas.

Tengah malam, daerah sekitar apartment DESY sudah sepi, jarum jam panjang dan pendek hampir bersatu, namun mata ini masih terbuka di depan laptop menunggu waktu shubuh. Ya benar, saat ini sedang Syawal, dimana Rosul mencontohkan untuk menyempurnakan puasa Ramadhan kita dengan berpuasa 6 hari Syawal. Satu mungkin sedikit cobaan lebih bagi muslim yang tinggal di bagian garis lintang menjorok utara adalah musim panas dengan siang yang panjang sehingga waktu shubuh di Hamburg sekitar pukul 3 pagi.

Terlalu beresiko untuk tidur, karena magrib di sini pukul 9, pun jika tidur segera setelah Magrib-Jama’-Isya (disini ada fatwa dari majelis ulama Jerman boleh menjama magrib & isya ketika summer), bangun minimal harus pukul 1 atau 2, untuk menyiapkan saur. Dengan aktivitas yang padat, saya cukup kesulitan untuk melakukan itu. Alhasil saya memilih bertahan tidak tidur, menunggu saur & shubuh, kemudian barulah tidur setelah shubuh.

Jam di sudut kiri layar bawah laptop sudah menunjukan pukul 1.30, segera saya membawa kunci dapur, pelan-pelan membuka pintu, seminim mungkin untuk menimbulkan suara karena saya tidak ingin membangunkan roomate saya yg sudah tertidur pulas. Kulkas dibuka dan segera saya keluarkan beberapa sayuran dan daging halal yang saya beli di pasar Turki, menyiapkan olive oil untuk menumis dan saus vegetarian italia untuk mebuat pasta. Enaknya jam segini, dapur serasa milik pribadi karena semua orang sudah tertidur pulas.

Pasta pun saya makan, porsi sedikit saya tambahkan untuk lebih memantapkan bekal perjuangan dengan siang yang panjang. Air putih pun tidak lupa saya coba meminum secukupnya dengan menggunakan air kran di wastafel dapur (di Jerman kita bisa meminum langsung dari kran, bahkan ada penelitiannya, air kran Jerman lebih mengandung banyak mineral dari air mineral botolan itu sendiri lol). Setelah selesai, dapur saya rapikan. Setelah yakin notifikasi waktu shubuh Hamburg di iphone muncul, barulah saya berwudhu, melaksanakan shubuh & terlelap dalam tidur yang panjang

***

Paginya matahari cukup terik, namun angin berhembus sejuk, menciptakan suasana semangat untuk bekerja. Dengan cukup senyuman saya melangkah menuju kantor sembari mengingat target apa saja yang harus dicapai hari ini. Di kantor mendekati siang hari, supervisor saya datang mengajak untuk lunch bersama.

“Hi afif & richard. Let’s go having lunch together at canteen”, said Jan my supervisor
“Umm I think I will not got”, I answer him
“Why?”, Jan asked again
“Umm I think I will eat in my guesthouse”, I answered randomly
“Hoo okay, then I’ll eat with Richard”

At first, saya masih ragu-ragu untuk mengakui bahwa saya sedang puasa dan saya sangat menyesal akan hal tersebut. Bahkan mungkin bisa dikatakan saya berbohong at that time (Ya Rabb forgive me, that conversation happened so fast, I really had no idea why I said that thing). Kemudian saya bertekad di puasa selanjutnya saya akan berkata apa adanya. I will just say honestly what I am presently doing.

***

Hari berganti, seperti biasa, siang hari saya cukup sibuk mengerjakan beberapa tugas di depan laptop. Waktu hampir menunjukan jam makan siang. Dan di kantor hanya ada saya dan Richard. Kondisi saya sedang berpuasa juga dan Richard mengajak saya untuk lunch

“Afif, let’s go eating, I am really hungry now”
“Umm, I think I will not go Richard”
“Hoo you want to eat at the guesthouse again??
“Nope I am fasting now”
“Fasting? I thought it was only on Ramadhan right?”
“Hoo you know Ramadhan. Cool!! Haha. Well this fasting it’s another type of fasting after Ramadhan”
“Could you tell me about this?”
“Sure!! Pleasurely”

I took my pen and the paper near me

“So Ramadhan is 30 days fasting, it happened last month. But after that Muslim encouragingly to do 6 days fasting in Syawal, month after Ramadhan”
“So what’s the background. Why you do that?”
“Umm, it’s because of our Rosul, you know right, like my name?”
“yeah I know, Muhammad?”
“Yap he is. He gave us example to do 6 days fasting after Ramadhan so that we can get more reward. My Rosul said that if you do the 6 days fasting after Ramadhan, you do fasting as like you do it 1 year. Cool isn’t it?”
“Haaa I see!! Okay. Good luck with that. Don’t work too hard for today. Haha”
“Haha Danke schon bro! Have a nice lunch too!!

Entah mengapa, saya begitu senang menjelaskan what I am really doing to him. Trust me guys, nobody will mock you or harass you if they are intellect people. Even if they’re not muslims or even secular or even atheist. In my experience, they will ask you with curiosity or at least they will understand you and let you what you are doing.

Setelah kejadian tersebut I tell everyone what I am really doing as a muslim. Ketika lagi sholat saya menjelaskan, bahwa saya harus melakukan ini 5 kali sehari. Jadi saya meminta izin melakukannya di kantor. And now I don’t have to go back to the guest house first to do sholat, instead I can do it in my office (yeay). They even respect me by being completely silent. Alhamdulillah.

When I don’t drink too, I honestly said because I am a muslim, I don’t drink any alcohol, it is forbidden for us. Then they said to me

“it’s okay afif, you can drink apple juice or coke with us”
“yap I will happily order it!! :D”

Ketika saya tidak memakan daging pun juga saya berkata jujur. Bahkan beberapa teman saya dengan excited untuk menolong.

“No I don’t eat pork or usual beef or chicken. I can only eat halal food like halal beef and chicken, and I think I can find it the muslim store here in Hamburg like I did before in Berlin”
Some of my friends from Germany even said
“Yah, I know. We also have many muslims in Germany. So you can find many muslim restaurants here in Hamburg. I do believe there will be a lot of its. I can also help you to find it”
“Sure. Absolutely. I will look for it. Danke!”

Bahkan beberapa hari setelahnya, ketika saya sedang berjalan dengan supervisor.

“Today I’m fasting, so I don’t eat Jan” (his name is Jan, I usually call him with the name)
“Ahh I see. Like Ramadhan right? I truly respect them, you know, muslims. They do it long day in summer. Must be strong people they are all”
“Haha. Thanks Jan!!”

Then just keep walking and smile with full happiness.

***

Begitulah teman-teman. Just say purely and honestly what you are doing as a muslim. They won’t laugh you or mock you. If they are intellect people, trust me. We are in globalization era you know, be proud with who you are. Even we could get a chance to explain to them what actually praying in Islam.[]

Hamburg, Germany
August 16th, 2015. Sebentar lagi Ashar yang pastinya kembali disaksikan oleh roomate saya yang lagi belajar. But why not? :)

2 thoughts on “Say what you are doing as a Muslim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s