Tiga Kebahagiaan


Alhamdulillah. Segala puji bagi Mu Ya Allah. Sungguh Engkau masih memperhatikan hamba Mu yang tidak tahu diri ini, yang hina ini, yang tak hingga kelalaian yang telah dilakukannya, namun masih Engkau beri kebahagiaan.

Di awal tahun ini saya ingin sedikit berbagi kebahagiaan. Sebuah pemberian dari Yang Maha Kuasa. Sederhana, namun entah mengapa rasa ini sungguh benar-benar tak terbayar. Membuncah dari lubuk hati yang paling dalam.

1. Kebahagiaan pertama: TA

Alhamdulillah. Saya dan kedua teman saya di tim TA akhirnya menyelesaikan serangkaian panjang mata kuliah TA1. Meski akan masih ada tantangan yang lebih besar lagi di TA2 nantinya, tapi semoga kita bersama bisa menyelesaikannya dengan baik. Sehingga alat yang akan kita buat benar-benar tidak hanya terdokumentasikan bersama debu di perpustakaan. Tapi juga bisa memberikan kebaikan bagi banyak orang.

Itu video tentang sistem yang kita buat sebagai salah satu syarat kelulusan TA1. Kemarin salah satu anggota KP jadi diputuskan cuma saya sendiri yang bicara di video untuk menjelaskan TA yang kita rancang. Untuk lebih lengkapnya terkait apa yang kita kerjakan, bisa dilihat di blog dokumentasi TA kita disini: http://ta141501056.blog.lskk.ee.itb.ac.id/ 

2. Kebahagiaan kedua: ol.akademik

Anak ITB pasti sudah tidak asing lagi dengan ini. Sebuah web sakral yang mungkin paling sering di ‘refresh’ di setiap penghujung semester.

Jadi kebahagiaan kedua ini berkaitan dengan satu mata kuliah wajib yang saya ambil di semester ini, namanya “Sistem Komunikasi”. Saking susahnya dan jujur saya benar-benar tidak terlalu tertarik dengan pelajarannya, mendapat C saja sudah sebuah anugerah. Intinya truthfully I don’t really want to re-take it in the next semester. Saat UAS hampir tidak ada satupun soal yang saya bisa. I answered a few questions (1/6 maybe) but I was sure it was all wrong (x_x). I had learnt. But the problems are truly difficult. Therefore I truly thank God even I get C. At least I pass this course

But, unexpectedly.. you know, I got AB in here. Truly beyond expectation. Alhamdulillah! Much thanks I said to Allah. I remembered at that time after did UAS, nothing I could do but trusted the rest to Allah. Seratus persen pasrah, karena memang tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Ternyata memang setelah tanya ke teman yang lain, they felt the same like me, the questions were too difficult which made me feel a bit relieve. I think that was also the reason some of us still got good result, since none could answer much in UAS. Alhamdulillah.

3. Kebahagiaan ketiga: Murid 

Awal tahun saya mulai lagi ngajar privat. Beberapa hari yang lalu adalah hari pertama ngajar di semester ini. Rada deg-deg an. You know why? Since I need to hear how are my students’ report.

Saya tanya ke Azka, salah satu murid privat saya.
Bagaimana raport nya?
Lebih bagus kak dari semester kemarin.
Adit bagaimana?
Kalo ga salah lebih bagus juga *adit kemarin berhalangan hadir*

Percakapan sederhana itu sangat melegakan dan membahagiakan saya. Meski memang belum membuat mereka menjadi juara kelas tapi mendengar lebih baik dari semester kemarin sudah sangat menggembirakan. Though I know, my influence to those reports is not that much, but knowing they got better results from previous semester truly ignites a little happiness in my heart.

Selalu iringi mereka dengan cahaya Mu Ya Allah. Dan berkahilah juga ilmu yang mereka pelajari. Aamiin[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s