Mukjizat, Istikharah & Pertolongan Allah


Dulu saya sempat ragu (bahkan ga percaya). Apa iya mukjizat itu ada? Masa sih tongkat bisa menjadi ular? Segitu hebatnya sampai seseorang bisa bertahan dalam api? Bahkan berbicara dengan hewan? Apalagi membelah bulan?

Masa iya sih hal-hal ghaib gitu ada? Waktu itu sempat berfikir, mungkin karena kisah2 itu sangat lama, ribuan tahun lalu, jadi rada tercampur dengan cerita fiktif (ini used to ya, dulu pisan, pas masih kecil)

Tapi sekarang, setelah mulai membaca kisah-kisah tokoh yang hidup semakin dekat ke abad sekarang, saya mulai semakin yakin mukjizat (untuk Nabi dahulu) atau Karomah (keajaiban dari Allah untuk sekarang) itu ada. Misal Imam Syafi’i yang bisa hafal 30 juz Quran di umur 7 tahun (masih kejauhan ya?).

Yang baru saya habis baca deh, tentang Said Nursi (1877-1960), lumayan deket kan tuh, beliau ulama besar Turki yang daya ingat nya luar biasa. Sudah hafal 80 kitab ketika SMP, banyangin aja. Rada-rada ga percaya kan tuh?

Ibu nya, Nuriye, juga merasakan hal ‘aneh’ saat melahirkan beliau. Entah mengapa dia tidak merasakan sakit sama sekali saat melahirkan Said Nursi. Juga ketika Ramadhan, ketika kakak-kakak Said Nursi masih ingin makan, bayi Said Nursi secara aneh tidak rewel untuk menyusu sama sekali selama siang. Subhanallah. Merinding ya. Luar biasa.

Terus saat remaja, beliau juga sempat dinyatakan gila, dan diungsikan ke Rumah sakit jiwa. Saat itu ada satu dokter yang memeriksa beliau

“Apakah kamu benar gila? jika tidak tunjukan ke saya?”.
Langsung saat itu Said Nursi berkata “Kamu punya buku kedokteran? berikan ke saya” diberikanlah kepada Said Nursi, dan beliau langsung membuka satu halaman acak & berkata
“Saya bisa menghafal satu halaman ini, tanpa salah satu kata pun, dengan hanya sekali baca”.
Dan ternyata benar teman2. Tanpa salah satupun beliau berhasil hafal. Keajaiban ga tuh?

Pernah juga saat beliau sudah naik ke panggung hukuman mati. Beliau meminta satu permintaan terakhir “Izinkan saya sholat 2 rakaat”. Sehabis sholat, sang Ajudan yang akan menghukumnya, tiba2 menangis dan membatalkan hukuman mati tersebut. Subhanallah. Itu tahun-tahun dekat ini lo, di abad ke 20 atau tahun 1940an.

Semakin kesini saya semakin yakin, mukjizat Nabi atau pertolongan Allah itu benar adanya. Namun untuk zaman sekarang dalam bentuk yang berbeda. Makanya sama kaya film The Hobbit yang banyak orang ngejek, ah ga make sense, masa iya, 13 dwarfs? Kecil gitu, ketemu Troll, Orch, Elf, ga ada yang mati satupun? Selalu kebetulan ada saja yang menolong mereka pas mau mati. Yah jika itu dikaitkan dengan takdir hal itu make sense & logic  gaada yang aneh. Meski itu fantasy & science fiction sih hehe.

****

Di sisi lain yang cukup berhubungan, saya dulu juga sempat meragukan, sebegitukah Istikharah itu? Katanya bakal ada mimpi, atau suatu kejadian yang bakal membuat kita condong ke salah satu pilihan. Masa iya?

Nah, tepatnya hari ini, ketika dalam perjalanan ke Jakarta. Saya semakin yakin dengan dua keraguan tersebut. Pertolongan Allah itu mutlak ada! Dan istikharah juga sangat terbukti dampaknya!

****

INI CERITA SAYA

Hari ini, saya ada wawancara kerja di Jakarta. Di salah satu kapitalis asing, Jepang, Toshiba (gapapa lah yah, bukan untuk long term carrier kok, Cuma sekedar ‘mencuri’ ilmu). Tapi sebenarnya saya setengah2 juga apply ini, karena ragu mau ambil atau tidak soalnya mereka meminta pengabdian yang cukup lama di Jepang yang “ga gue banget”. Tapi ibu bilang coba dulu aja ikutin, yah orang tua sudah bertitah, so I’ll go.

2014-09-21 10.04.22

diabadikan heula sebelum berangkat :p

Wawancaranya pukul 10.20 pagi. Saya menyempatkan istikharah dahulu malamnya, meminta jalan terbaik. Saking masih setengah2nya niat saya, saya baru finishing presentasi TA untuk wawancara pagi itu, bada shubuh. Makanya berangkat via travel baru jam 7 pagi. Sempat bertanya ke supirnya

“Kira2 tiga jam bisa ga ya pak?”
“Wah susah mas kalo macet, bisa sampe jam setengah 11 atau jam 11” kata sopirnya.

Waduh. Ya sudahlah ya, mau gimana lagi, jika memang terlambat, berarti memang Allah menjawab saya dan saya tidak ditakdirkan mengambil rezeki dari sana. Saya pasrah saat itu.

Mobil pun berjalan. Saya masih tetap berdoa & berharap tidak terlambat. Karena yah ga enak aja sama Ibu yang sudah cukup berharap. Sama sayang juga kan uang bolak-balik travel, tapi ga menghasilkan apa-apa. Minimal pengalaman wawancara lah. Akhinrya saat itu saya masih berharap supaya bisa tidak terlambat.

Dan teman-teman. Pertolongan Allah itu datang. Dan saya juga baru sadar, ini juga kejadian mungkin bisa dibilang ghaib atau aneh, atas hasil istikharah saya.

Jadi tiba-tiba saja tol Cikampek ga terlalu macet, tol dalam kota juga sama, lancar. Bahkan sopirnya saja kaget, bisa cepat sampe kaya gini. Ini saya kutip kata-kata sopirnya, ga 100% sih, tapi yah paling salah kata hubung atau beberapa kata, karena langsung saya catat di iphone.

“Kok bisa cepet ya mas? Ntah mengapa kaya ada yang mendorong saya gitu untuk cepat2. Serasa ingin nyusul2 aja tadi saat nyetir. Makanya tadi travel hijau yang di depan kita yang berangkatnya jam setengah 7, masih bisa kita duluan yang sampai. Di dalam kota juga tumben ga macet. Mungkin itu berkat doa nya mas”

Subhanallah. Mungkin ini hal yang sepele bagi yang lain. Tapi entah mengapa saya merasa ini salah satu pertolongan Allah beyond minds yang diberikan kepada saya melalui pak Sopirnya. Saya orangnya gampang terharu, mendengar kata-kata pak sopir “kaya ada yang mendorong saya untuk cepat2”, langsung pengen keluar air mata. Segera Hamdalah saya ucap sebanyak-banyaknya saat itu.

Saya juga sadar, itu mungkin salah satu jawaban istikharah saya atau kejadian yang secara ‘aneh’ terjadi, bahwa Allah menginginkan saya minimal untuk ikut wawancara dulu, meski belum pasti diterima juga.

Jadi dari kejadian tersebut saya semakin bersyukur, sangaaat sekali bersyukur, menjadi seorang muslim. Saya bersyukur dipertemukan dengan islam. Bahwa Tuhan itu memang ada. Dan Dia akan selalu memberi pertolongan kepada hamba2Nya. Mungkin tidak sehebat mukjizat2 Nabi zaman dahulu, karena memang sekarang bukan zamannya sihir2an. Atau mungkin bukan sehebat Karomah daya ingat Imam Syafi’i atau Said Nursi. Tapi dalam hal-hal kecil yang saya jalani.

Satu hal kecil lain yang mungkin sepele tapi saya percaya itu pertolongan Allah. Yaitu, sekarang, setiap pagi saya ada agenda rutin ba’da shubuh. Waktu itu saya hampir telat. Motor pun saya pacu kecepatan maksimum. Ntah mengapa setiap saya tiba di lampu lalu lintas. Selalu menunjukan hijau. Seakan-akan ada suatu kekuatan yang mempermudah saya untuk tidak telat. Subhanallah. Mungkin bisa dibilang saya lebay atau terlalu cocologi. Ah eta mah kebetulan wae. Yah, Newton juga menemukan gravitasi karena kebetulan apel jatuh. Archimedes juga tau daya ukur saat kebetulan kecebur di bak mandi. Yohanes Surya sempat menulis dalam bukunya Mestakung, atau semesta mendukung. Tapi jujur, saya percaya itulah pertolongan Allah. Dalam hal-hal kecil Dia tidak pernah lupa dengan hambaNya. Yang perlu diperhatikan adalah apakah kita semakin dekat atau justru menjauh dariNya.

“Dan Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka katakanlah sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang memohon apabila ia memohon kepadaKu. Maka hendaklah mereka memenuhi (panggilan/perintah)Ku, dan beriman kepadaKu agar mereka mendapat petunjuk (bimbingan)”. (Al-Baqarah: 186)

One thought on “Mukjizat, Istikharah & Pertolongan Allah

  1. Pingback: Journey to Find Rizq (III): Kriteria & Pengalaman Daftar Kerja sebelum Lulus | Curahan Kehidupan dalam Rangkaian Kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s