Khawatir


Malam ini, ketika kertas hasil printout berserakan di meja lab, ketika diri menyisihkan sedikit waktu untuk berselancar ria di dunia maya, secara acak menemukan sebuah hadits yang sangat menyayat hati. Seakan-akan ada tali busur berkualitas tinggi, teregang, secara kuat melepaskan anak panah yang dengan tepat mengenai dada saya sebelah kiri.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari jiwa yang tidak pernah puas, dan dari do’a yang tidak terkabul” (HR. Muslim)

Membaca hadits tersebut, sekejap menghentikan segala gerak-gerik & aktivitas saya saat ini. Ribuan mil dari kampung halaman, saya sekarang sedang berdiri, mencoba memisahkan diri dari rutinitas pribadi. Tapi apa yang sudah saya perbuat dan manfaat apa yang sudah saya berikan?

Kalimat pertama hadits tersebut sungguh membuat saya khawatir, “apakah kedepannya ilmu yang saya cari ini hanya untuk manfaat pribadi?” atau justru malah membuat saya terjerumus dalam kesesatan, memberikan kerugian bagi banyak orang? Kembali neuron otak saya berfleksi, berfikir, dan merenung…

Saya juga merasa hati ini semakin gelap, yah yang biasanya akan selalu ada teman-teman di kanan-kiri yang senantiasa memberikan cahaya, sekarang mereka lenyap, akibat dampak terdampar di dunia minoritas muslim. Kembali saya khawatir, apakah jalan yang saya ambil ini justru malah menjauhkan saya dari Sang Pencipta? Apakah karena memang hati saya yang terlalu lemah? Terlalu mudah meninggalkan jalur yang penuh dengan berkah?

Ditambah lagi, hawa nafsu yang tidak ada habisnya, selalu membentangkan jalur indah lurus menuju suatu entitas tak terbatas, yang terkadang membuat manusia tidak akan pernah puas terhadap apa yang sudah digenggamnya. Dan ujung-ujungnya membuat Allah murka, sehingga sepenuhnya menutup cahaya terhadap hati yang telah terjerambah. Menutup pintu untuk menjawab do’a do’a.

Ya Allah, biarkanlah rasa khawatir ini, asalkan saya bisa senantiasa mengingatMu, mendapat perlindunganMu dan terhindar dari kesia-siaan semu.[]

One thought on “Khawatir

  1. Semangat Fif! Semoga ilmu yang didapatkan berkah dan bermanfaat juga. Yakin bro, in syaa Allah :)
    Refleksi juga buat kita-kita yang ada di sini, apakah segala kemudahan yang ada apa bisa membuat semakin dekat padaNya. *jleb*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s