It’s My (New) Life


Yeah, sudah hampir 3 bulan saya mengarungi hidup baru disini, di Bangkok atau orang lokal biasanya menyebutnya “Krung Thep” yang berarti “City of Angels”. Kota dimana banyak turis berlalu lalang, seakan-akan mereka menjadikan masyarakat lokal sebagai pendatang. Kota yang memiliki rekor sejarah belum pernah terjajah, sehingga kulturnya masih murni, termasuk budaya & bahasa.

Dan seperti biasa -mungkin sudah menjadi suatu rutinitas saat weekend- saat ini saya (masih) berada di Lab, mencoba menyelesaikan proyek yang dipercayakan. Karena cukup stress dengan algoritma-algoritma yg memusingkan, jadinya iseng membuat post ini untuk mencurahkan beberapa rangkaian kata! Tentang aktivitas, hidup baru & pelajaran-pelajaran apa saja yg sudah saya dapat disini:

1. Work out, work out!

Haha, ini sebenarnya memang salah satu target utama saya memisahkan diri dari rutinitas kampus ITB. Yah tau sendirilah ya, tugas menumpuk, koding, solder dan di luar itu biasanya gabung di himpunan, main di Unit atau mengisi waktu di kabinet. Yap, one thing is lacking, exercise!! Mana udara Bandung menusuk dingin gitu, jadinya udah mager banget apalagi sabtu-minggu. Daan alhamdulillah, dgn hidup baru di KMUTT ini, saya berhasil men-ceklist salah satu target saya yaitu ngeGym!

Alasan utama saya -sekaligus meluruskan niat- karena saya yakin, Muslim harus sehat. Enak ga sih hidup tanpa harus bolak-balik rumah sakit. Tapi selain itu -menurut saya (lagi)- sehat saja tidak cukup, tapi juga harus kuat. Apalagi target diri memang ingin berkelana melihat dunia, berkunjung ke bumi Allah di sisi lain, bertemu orang asing, menjalin silaturahmi dengan sesama muslim, seharusnya membutuhkan selain keberanian juga kekuatan. Haha. Yah kalo pernah baca novel Habiburrahman “Bumi Cinta”, tau lah kan si karakter utama, Ayyas, bagaimana dia merasakan kerasnya hidup di Rusia, dan itu tidak akan bisa dilakukan hanya dengan sehat.

Alasan ketiga sih juga sebenarnya saya ingin cukup berguna juga di keluarga, umm “Keluarga sekarang” & “(insyaAllah) Keluarga yg akan datang” #kode. Ini serius! yah misal kayak angkat2 barang, memindahkan perabotan pas bersih-bersih rumah, kan enak angkat lemari cuma satu tangan (haha ga segitunya juga kali). Yah intinya dengan kuat insyaAllah bisa bermanfaat!

1236658_4588555212336_1846886370_n

Dumble dumble

2013-10-26 19.07.33

Since now, I Love Protein!

Dan satu hal lagi yang saya syukuri disini, di kantin KMUTT, meskipun cuma ada 2 toko berlabel halal (dari belasan toko lainnya), tapi cukup untuk memenuhi kebutuhan Protein saya. Yap telur, daging, dada ayam, cukup lengkap! Apalagi cuma sekitar 30-40 Baht, yang mana harga segitu sudah sangat murah disini! Let’s aim to gain more power here

2. Learn Some New Subjects

Yoaa, salah satu alasan saya juga mengapa mengambil beasiswa exchange disini karena saya bisa belajar mata kuliah yang cukup berguna di Industri tapi tidak ada di ITB!

Ketika internship saya banyak sekali berkecimpung dengan beragam sistem kendali seperti PLC, DCS dan instrumentasi lainnya. Dan semua itu tidak dipelajari detail di ITB. Alhadulillah, di KMUTT ini ada mata kuliah yang berkaitan dengan elektro-industri tersebut. Beberapa contoh mata kuliah yang saya ambil disini “Distributed Control Process System (DCS)”, “Automation Technology” dan “Database and ERP System”. Ketiga itu tidak ada mata kuliah yang setara di ITB, which means I learn the new things in here.

Pada subject DCS dan Automation Technology misalnya, saya benar-benar banyak belajar terkait kontrol sistem yang digunakan industri-industri besar, ya sebut saja perminyakan, pertambangan, atau petrokimia. Disini saya belajar PLC, DCS, Fieldbus Control System, P&ID diagram, Sensor Network dan jenis-jenis perusahaan penyedia advance process control ceum Siemens, Yokogawa, IBM, SAP, Oracle, dll. Belajar juga tentang MES (Manufacturing Execution System) dan integrasinya dengan ERP (Enterprise Resource Network). Senang pisaaan pokoknya, karena benar-benar banyak ilmu baru yang sangat berbeda dari ITB!!

3. Stressnya Riset

Beasiswa yang saya dapat sebenarnya tidak mewajibkan untuk melaksanakan riset. Tapi saya ngotot supaya bisa join. Setelah berkali-kali kontak dengan dosen disini akhirnya beliau memperbolehkan saya, dan bahkan memberikan saya topic untuk gabung riset dengan mahasiswa KMUTT disini. Beruntungnya dosen advisor saya sangat ramah & friendly pisaan. Beliau lulusan kampus US, jadi English-nya sangat lancar, dan lifestyle nya bener2 Gaul! Jadinya asik banget ngobrol dengan beliau.

Workbench (Tapi itu pas lagi buka Facebook, haha peace)

Workbench (Tapi itu pas lagi buka Facebook, haha peace)

Jadi riset yang saya join disini, tentang “Mobile People-Follower Robot”, atau robot yang bisa ngikutin orang, dan didesain untuk indoor maupun outdoor. Disini digunakan IMU (Inertia Moment Unit) untuk predict the angle of the robot (yang ini salah satu tanggung jawab saya), sedangkan teman saya fokus di sensor ultrasonik untuk mengukur jarak, dan kemudian kita akan bersama membuat hardwarenya. Tapi disini benar-benar bisa dibilang sangat menjadi beban bagi saya. Karena beda dengan riset sendiri, misal gagal atau salah di beberapa bagian, dampaknya untuk diri sendiri. Sedangkan ini untuk tim. Huh, this thing makes me really go out of comfort zone. Ga bisa tenang banget jadinya misal tanggung jawab belum selesai. Yah tapi semoga riset ini bisa berjalan lancar & bisa memberikan ilmu baru bagi saya.

4. Beban & Belajar Menjadi Mahasiswa “Sesungguhnya”

Masa-masa UTS, adalah fase pertama yang paling menentukan sekaligus menyeramkan. Yah agak lebainya saya memikul nama negara gitu, ketika mendapat hasil jelek ga mau juga kan langsung dicap seluruh mahasiswa Indonesia seperti saya. That thing makes me truly learn how to be real student!

Yap, mahasiswa sesungguhnya. Ditambah lagi disini ga kayak di ITB, yang gampang komunikasinya misal mau tanya-tanya sesuatu, disini saya benar-benar must survive alone! Tidak jarang begadang di lab, tidur larut malam, bangun pagi-pagi banget, ketika beberapa minggu sebelum UTS. Yah jarang banget ga sih, saya biasanya benar-benar belajar misal udah H-2 atau H-3 lah sebelum hari H ujian. Tapi disini demi menyicil bahan ujian, akhirnya dengan sedikit terpaksa I was enforced to do that! Tapi alhadulillah dengan pengalaman ini, I can learn to be the real student, yah I mean surely the real one, who strives to reach high score with full work

5. Learn more How to Save Money

As an exchange student, I also live like people usually live. Saya butuh tempat tinggal, makan, butuh kendaraan, dan juga tentunya jalan-jalan. Hehe. Dengan semua itu saya harus bisa mengatur pemasukan dan pengeluaran karena memang beasiswa yang terbatas. Tapi ga mau juga karena menghemat jadinya kurus ceking, dehidrasi atau bahkan tidur di lantai. Jadinya quote yang benar-benar saya pegang setelah saya belajar menghemat uang disini:

“Berhemat itu hanya untuk barang-barang yang tidak penting saja, misal jajan, beli snack, cokelat, dll. Tapi untuk barang-barang penting untuk tubuh seperti makan berkalori & berprotein, memilih shampo, sikat gigi, baju, tidak masalah cukup boros asal benar-benar untuk memilih kualitas yang terbaik”

Kepanjangan ya? Haha bingung sih gimana menjadikan kata-katanya. Tapi intinya itu. Saya disini bisa belajar, misal mau beli snack atau ciki-cikian, yang banyak kolesterolnya, atau lemaknya, satu kata harus BERHEMAT, intinya jangan beli. Tapi misal mau milih sabun mandi, makan dua piring setelah ngeGym, makan dua dada ayam, it is okay to spend the money! Dan saya baru sadar teori ini ketika disini #deng. Jadi sekali langkah 2-3 pulau terlampaui. Saya bisa mengurangi makanan-makanan tidak sehat atau belanja barang-barang tidak penting untuk tubuh saya atau mungkin untuk jalan-jalan kedepannya! Hihi

6. Backpacking & Travelling

Yuhuu, ini hal terfavorit menurut saya. Yap, Bangkok emang menjadi salah satu titik destinasi para turis backpacker dari seluruh mancanegara. So I won’t miss this chance!

This slideshow requires JavaScript.

[I will add more the photos]

Yang lebih superb-nya lagi, beda dengan indonesia, disini tempat-tempat indah, ga terlalu jauh. Jadi cukup dengan kereta atau Bus sudah bisa meng-accomplish misi backpacking. Yah ujung2nya murah! Haha. Kemudian satu hal juga saya acungi jempol untuk Thailand, jalan antara provinsi nya itu mulus beut! Gaada gruduk-gruduk bunyi roda karena jalan rusak kayak di Indonesia (at least this one I know so far). Maintenance tempat wisatanya pun benar-benar tertata. Tempatnya bersih, petunjuk jalan lengkap, toiletnya layak, dan tempat-tempat indah dijaga dari sampah atau tanaman-tanaman liar. I truly insist Indonesia must learn much from this country!

7. Photography

Atur shutter speed, sesuaikan ISO, setting aperture. Ckrek! Ckrek! Yap, in here I learn many things at least about the basic of photography! Sebenarnya ini terkait dengan kegiatan Back Packing, dimana NIKON akan senantiasa menjadi sahabat sejati saya, kemanapun saya berada. I never let him to run out of battery.

DSCF0684

Best photo ever

DSC_0270

Photographer

Haha. Disini banyak pemandangan indah, terutama di daerah-daerah tujuan wisata. Di pusat kotanya pun ga kalah menarik, bangunan-bangunan moderen, mall mall megah, museum-museum bersejarah, ataupun bangunan-bangunan kultural yang sangat indah. Ah, this is the best place to take bunch of photos!

8. Wisata (Halal) Kuliner

Disini banyak yang unik broo! Yoi, sebenarnya tipe-tipe nya ga jauh beda, masakan Asia gitu lah. Tapi lumayan banyak yang aneh dan asik juga, tapi tetap terbatas karena harus benar-benar yang ada logo halalnya. So pasti wajib eta mah.

Pertama disini gaada Kecap manis, maksudnya benar-benar kecap ceum di Indonesia gitu, yah sebut saja kecap BCA, B*ngo, dll. Jadi kalo nasi goreng warnanya bener-bener kuning -atau oren-oren dikitlah- yang jelas gaada cokelat-cokelatnya. Makanya kangen banget makan nasi goreng 8000-an deket kampus. Kedua disini pedaas! Teringat kayaknya kata-kata yang paling sering terucap sebelum beli makan “Is it Spicy?”. Yap karena memang banyak banget penjual ceum ga mikir-mikir gitu kasih cabe nya. Ketiga salah satu bumbu disini pake GULA. Iya bener-bener gula. Jadi jangan heran misal ada pesta makan-makan gitu, ada semangkok gede gula disebelah sop atau makanan berkuah lainnya. Tapi setelah dicicip-cicip asik juga sih emang. Haha

—-

Kedelapan hal di atas, mungkin baru sebagian kehidupan-kehidupan saya disini. The most important thing I learn many things in here. Sungguh menjadi salah satu pengalaman yang tidak terlupakan bagi saya.[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s