Pelopor Kecil dalam Dunia Perhotelan


Ada yang ingin tertawa ketika tank bekas untuk penyelamatan digunakan menjadi hotel? Itulah yang dilakukan oleh Denis Oudendjik!

Seorang yang menyebut dirinya sebagai ‘garbage architect’ asal belanda ini, menemukan banyak tank bekas penyelamatan yang biasa digunakan di laut lepas pada saat pengeboran minyak. Dia menggunakan pemikiran baru dengan menjadikannya hotel kapsul. Awalnya mungkin terkesan aneh, tapi dengan mengutak-atik sedikit tata letak, cat warna yang digunakan, hingga beberapa perabotan sederhana, menyulap tank bekas ini menjadi hotel.

Dengan merogoh dompet sebesar 70 – 150 euro, orang-orang sudah bisa merasakan pengalaman baru tidur di kapsul terapung yang didalamnya sudah dilengkapin dengan kasur bulu domba empuk, DVD player lengkap dengan koleksi film 007, penyetel music hingga lampu disco ini. Ya itulah yang dilakukan oleh Denis, cukup dengan ide unik, kecil, dia berhasil menjadi pelopor pertama hotel kapsul dari tank penyelamatan.

Image

Image

Beda ceritanya dengan apa yang pasangan suami istri Carla Comello dan Willem Koornstra lakukan. Melihat Derek yang jarang digunakan di pelabuhan untuk memindahkan container, membuat mereka menemukan ide gila dengan menyulapnya menjadi hotel!

Hotel yang terletak di tepi laut Harlingen, bagian utara Belanda ini, menunjukan sensasi yang luar biasa dalam melihat panorama. Kamar hotel digantung pada ketinggian 17 meter yang perlu lift untuk mencapainya. Kemudian pengunjung bisa sesuka hati menggerakan Derek salah satunya dengan memutar ruangan 360 derajat, membuat pemandangan elegan terlihat sejauh mata memandang.

Lagi-lagi, ide sederhana berhasil membuat pasangan ini menjadi kaya raya. Mereka mengukir namanya dengan bangga sebagai pencetus pertama hotel Derek di pelabuhan.

 Image

Image

Image

Beralih ke desa kecil di Belanda bernama Hoogwoud, Irma dan Frank Appel berhasil memanfaatkan gerbong kereta bekas menjadi sumber uang dengan menjadikannya hotel. Bermula pada tahun 2006, kedua orang ini berfikir: “mengapa tidak digunakan sebagai tempat tinggal saja gerbong-gerbong kereta bekas ini?” Atap sudah ada, ruangan ada, dan sayang jika hanya menjadi kerangka berkarat perusak pandangan. Akhirnya, setelah berfikir dengan cara yang berbeda jadilah mereka inisiator pertama “Hotel Gerbong Kereta Api” ini.

Selain berhasil memperoleh profit besar, kedua orang ini juga berdampak dalam daur ulang barang bekas, sekaligus mendongkrak ekonomi dengan bisnis kreatif penginapan.

Image

Image

Image

Mungkin orang Indonesia harus banyak belajar dari masyarakat belanda terkait dunia perhotelan. Kita kaya akan panorama, dengan berjuta objek wisata tersebar ke seluruh nusantara. Itu seharusnya menjadi peluang untuk Indonesia dalam dunia penginapan turis mancanegara.

Cari permasalahan yang ada, tempat-tempat yang tidak lagi berdaya guna, dan bam… jadilah pionir sederhana. Tidak perlu muluk-muluk menjadi pelopor arsitek gedung hotel tercanggih, atau membangun bangunan kokoh sebagai hotel tertinggi di dunia. Tapi cukup melihat sekitar kita dan berfikir berbeda sehingga jadilah kita seorang pelopor kecil perhotelan !

One thought on “Pelopor Kecil dalam Dunia Perhotelan

  1. Pingback: Rentetan Kegagalan? Nope, Ini sebuah Catatan Perjuangan | Curahan Kehidupan dalam Rangkaian Kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s