#JapanLife Day 1 – It All Starts Here (Part II)


Akhirnya punya waktu menulis lagi. Setelah beberapa minggu lalu saya berkutat dengan proyek akhir, UAS dan Lab. Sungguh bijak Allah menciptakan sebuah kebahagiaan, yaitu setelah kita merasakan perjuangan, hingga berhasil menyelesaikannya.

Oke saatnya bercerita. Jadi tulisan ini melanjutkan post sebelumnya bisa lihat disini

#JapanLife Day 1 – It All Starts Here (Part I)

Akhir cerita setelah saya bertemu 2 orang Indonesia, dan berhasil melewati gerbang imigrasi Haneda, saya kembali mengarungi bandara megah ini sendiri, melangkahkan kaki menuju hari-hari yang tidak akan pernah saya lupakan sepanjang hidup.

Rabu 8 Agustus 2012 Pukul 23:00 – Lobi Bandara Haneda, Tokyo

Terminal Guide Bandara Haneda

Terminal Guide Bandara Haneda

Saya memasuki lobi bandara, sendiri. Kala itu waktu sudah menunjukan pukul 11 malam waktu Jepang. Dan dari informasi yang saya baca, jam segitu kereta sudah tidak lagi beroperasi. Jelas benda yang paling pertama saya cari adalah telpon umum. Karena HP sudah tidak mungkin lagi berfungsi.

Jepang memiliki teknologi yang hampir semuanya serba praktis dan menggunakan koin. Termasuk telpon umum, vending machine hingga internet. Sedangkan uang yang saya pegang kala itu adalah 1 lembar 10.000 yen (a.k.a Rp 1.200.000) – benar-benar menyeramkan memegang 1 juta hanya dalam 1 lembar seperti ini. Akhirnya saya ke information center dan mereka menunjukan tempat penukaran uang. Terjadilah percakapan..

“Could I get some coins and thousands yen miss?”, akhirnya memberanikan diri berbicara inggris, karena atmosfir sudah tidak memungkinkan lagi mencari orang Indonesia.

“Oh sure, wait a moment”, dengan aksen dari lidah mereka yg aneh, petugas orang Jepang tersebut mengambil uang 10 ribuan dari saya

“Here it is, some coins, 5000 yen, and 3 of thousands yen, is there anything I could help sir ?”

“Umm, do you know where can I find internet or wifi here?”

“You can use that computer by using coins or connect through Haneda wifi freely if you bring laptop or phone”

“Okay thank you miss”

“My pleasure sir, just be sure to come to information center if you need some helps”

Segera saya membuka HP dan mencari wifi sembari berjalan menuju telpon umum. Setelah berhasil konek dengan wifi (ThanksGod ternyata bisa) saya melihat kontak kakak kelas PPI jepang yang sempat saya hubungi via Facebook. Segera koin saya masukan dan saya telpon nomornya.

Singkat cerita, dia memberi tahu bahwa malam seperti ini sulit untuk ke Bandara karena jadwal kereta sudah berhenti. Dia akhirnya menyarankan saya untuk tidur di Bandara terlebih dahulu sembari menunggu pagi. Baru kemudian nanti ketemuan di satu stasiun esok harinya. Okay menarik, pengalaman pertama saya di Jepang adalah tidur di Bandara :)

First journey, Walk around Haneda

Sholat magrib dan Isya untungnya sudah saya laksanakan di dalam pesawat dengan posisi duduk sebelumnya. Dan mengingat saya sepanjang perjalanan 8 Jam dari KL juga sudah tidur, saya memutuskan untuk berkeliling bandara. It is great chance to know Japan from airport first, I thought!

DSC_0126

Second floor Haneda – Tempat check in / out Bandara

Berkeliling membuat saya terpesona dengan kemegahan, kebersihan dan indahnya arsitektur ruangan Bandara ini. Sungguh mencerminkan sebuah negara yang menjunjung dan menghargai tinggi ilmu dan teknologi. Yang lebih menarik lagi adalah toilet Haneda itu sendiri. Benar-benar serba digital!

Toilet Bandara Haneda, Cool isn't it !!

Toilet Bandara Haneda, Cool isn’t it !!

Agak alay sih. Tapi mau bagaimana lagi, sendirian di Bandara & baru saja takjub dengan toiletnya. Segera foto! Haha :p

Beginilah saya kala itu. Agak alay sih. Tapi mau bagaimana lagi, sendirian di Bandara & baru saja takjub dengan toiletnya. Segera foto! Haha :p

Dengan ditemani oleh kamera DSLR Nikon (pinjaman), saya segera menjepret banyak foto di dalam toilet. Haha. Jangan ditiru ya, ini hanya sekedar mengungkapkan bahwa saya sangat bersyukur dan bahagia bisa melihat Bandara dengan teknologi canggih seperti ini.

Perjalanan dilanjutkan menuju lantai 3 Haneda. Isinya adalah rumah makan ala Jepang yang sayangnya belum buka saat itu. Pun misalnya buka, saya jelas tidak akan membeli dari sana. Terpampang dengan sangat jelas sekali menu “Pork” dimana-mana. Saran dari kakak PPI, jangan asal beli makanan meskipun itu hanya Ayam. Karena bisa saja pembuatannya menggunakan lemak Babi. Akhirnya ditahan dulu lah niat saya untuk segera merasakan masakan Jepang.

Lantai 3 Haneda, restoran ala Jepang. Tapi karena tengah malam, jadinya belum buka

Lantai 3 Haneda, restoran ala Jepang. Tapi karena tengah malam, jadinya belum buka

Pertokoan yang benar-benar seperti yang saya sering lihat di Film2 Jepang

Pertokoan yang benar-benar persis seperti yang saya sering lihat di Film2 Jepang

Sembari melihat jam, sudah hampir lewat tengah malam artinya harus bersiap juga untuk Saur. Subuh disini adalah sekitar Jam 3an, karena sekarang Summer jadinya waktu siang lebih panjang (Benar2 penguatan Iman, summer di Tengah Ramadhan seperti ini).

Minutes to Midnight, Rest and Rrepare to Saur 

Sebelum berpindahnya hari -yang tentunya tulisan ini akan saya lanjutkan di post selanjutnya, karena sudah masuk day 2- saya membeli minum terlebih dahulu di Vending machine menggunakan beberapa koin yang sudah saya dapatkan sebelumnya. Banyak pilihan sih tapi memang air putih adalah kebutuhan utama, jadinya saya beli yang normal saja (Rada takut juga siapa tau minuman lainnya mengandung beberapa persen alkohol, who knows?).

Mineral Water-nya Jepang. Rasanya sama saja ternyata (Ya Iyalah!)

Mineral Water-nya Jepang. Rasanya sama saja ternyata (Ya Iyalah!)

Sembari duduk dan mengistirahatkan diri -Backpack yang saya pake lumayan berat juga soalnya- saya mulai mengucap syukur dan sebanyak mungkin berkata Alhamdulillah kepada-Nya. Sungguh sebuah pengalaman yang tidak akan pernah saya Lupakan.

It all starts here. Dengan tangan menutup tutup botol mineral yang saya beli, saya bersiap untuk melanjutkan perjalanan ke Lantai 4 Haneda sembari terus berdoa semoga saya kedepannya bisa terus menikmati perjalanan ini dan tetap Kuat dalam menjalankan kewajiban sholat dan puasa-Nya, meski sedang berada di negeri yang dulunya para penyembah Matahari ini.[]

One thought on “#JapanLife Day 1 – It All Starts Here (Part II)

  1. Pingback: #JapanLife Day 2 – Welcome Japan (Part I) | Curahan Kehidupan dalam Rangkaian Kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s