Titik Awal dalam Rangkaian Panjang Tulisan


Alhamdulillah, akhirnya kesampean bisa menulis kembali, karena beberapa hari yang lalu saya sedikit disibukan dengan menjadi panitia diskusi publik dan beberapa tumpukan tugas yang pengerjaannya bisa dibilang sangat brutal. Namun syukur harus senantiasa terucap, yak beginilah salah satu kehidupan seorang pembelajar yang mengarungi kehidupan di salah satu Universitas -yang katanya- terbaik Bangsa.

Dalam beberapa post kedepan, saya ingin membagi cerita perjalanan saya menuju Jepang ke beberapa kategori tulisan:

  1. ‘Pra keberangkatan’ yang mana berbagi pengalaman secara historikal jatuh bangun sebelum terbang ke Haneda.
  2. #JapanNote yang sudah pernah saya tulis di post sebelumnya yang berisi pelajaran dan ilmu yang saya dapat selama mengikuti summer program di Yoyogi, Jepang
  3. ‘Diari harian di Negeri Matahari Terbit’, yaitu sklumat kisah dan pengalaman selama saya menjalani kehidupan kira-kira 2 minggu di Jepang.
  4. And will be added more…

Jadi post ini sebagai pembuka saja, seperti judulnya sebagai titik awal sekaligus pengingat saya juga untuk tetap istiqomah dalam menulis dan berbagi. Ohya sebagai permulaan izinkan lah saya mengutip nasihat dari Imam syafi’i:

Orang pandai dan beradab tak kan diam di kampung halaman

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah, kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih jika tidak dia kan keruh menggenang

Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran

Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman
Orang-orang tak kan menunggu saat munculnya datang

Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan

Kayu gaharu tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan
Jika dibawa ke kota berubah mahal jadi incaran hartawan

Genggamlah dunia hanya dengan tanganmu dan akhirat di dalam hatimu. Sehingga segala aktivitas yang kita lakukan bisa benar-benar berlandaskan pencarian Ridha-Nya

In front of Tokyo University Hall Building

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s