Langkahkan Kakimu Menuju Ilmu! – JapanNote #1


Tulisan ini dibuat di Azamino-Yokohama, Jepang; pada tanggal 19 Agustus 2012.

Seseorang yang keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu niscaya Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Syurga (Shahih Al jami)

Beberapa hari yang lalu hingga hari ini, saya diberi kesempatan untuk menginjakan kaki guna menuntut ilmu di negeri orang, negeri sakura, Jepang. Sungguh pengalaman yang luar biasa, berkelana dan mendapatkan hal yang baru selama kurang-lebih 2 minggu saya di sini. Ini merupakan mimpi saya sejak SMA. Mulai dari tahun 2010 salah satu resolusi saya adalah “pergi ke luar negeri dengan jalur beasiswa” dan tentunya kata-kata ‘belum tercapai’ selalu tertulis di setiap penghujung tahunnya. Namun di 2012 ini akhirnya Allah barulah menjawab doa saya.

Sebuah cerita yang panjang jika saya menulis berbagai kisah sebelum akhirnya salah satu impian saya ini dijawab oleh -Nya. Tapi perihal yang ingin saya angkat dalam JapanNote #1 saya ini -dan juga akan bersambung di note-note berikutnya- adalah bukan terkait kisah pra-keberangkatan, melainkan tidak lebih berisi rangkaian kata untuk berbagi pengalaman dan ilmu, apa saja yang sudah saya dapatkan saat di negeri matahari, tepatnya kota Tokyo, Jepang.

Saat ini saya tinggal di Azamino, Yokohama, Jepang, bersama salah satu pelajar Indonesia yang sedang menjalani studi S3 di Tokodai. Conference yang sedang saya ikuti sudah usai, tapi saya masih menyisakan beberapa hari di Jepang. Oleh karenanya saya mencoba untuk membuat satu tulisan yang kelak akan disambung tulisan-tulisan berikutnya yang InsyaAllah akan saya tulis di Indonesia.

JapanNote saya yang pertama ini masih bertemakan umum, yaitu specifically belum membahas terkait pengalaman saya dan ilmu-ilmu yang sudah saya dapat di Jepang. Namun saya rasa, untuk permulaan itu sudah cukup, yaitu dengan menulis terkait ajakan untuk para sahabat pembaca agar bisa memilikimindset  dan keinginanuntuk bisa juga bersegera melangkah jauh ke negeri orang untuk mencari ilmu dan dibagikan lagi ke negara merah putih kita Indonesia.

It is Time to Break The Limits, Leave the Comfort Zone!

Menuntut ilmu tidak dibatasi oleh jarak dan ruang. Bahkan semakin jauh kita mencari ilmu maka akan semakin beragam dan beravariasi ilmu pengetahuan yang kita dapat. Banyak kisah perjuangan sahabat dan solafus sholeh dalam menuntut ilmu yang mereka rela berjalan beribu-ribu kilometer dan menghabiskan waktu puluhan tahun hanya untuk melepas dahaganya akan kehausan ilmu pengetahuan.

Ibnu Bathutah, salah seorang musafir yang membukukan kunjungannya kepenjuru bumi dalam sebuah buku fenomenal yang terkenal dibarat maupun ditimur berjudul Rihlah Ibnu Bathutah, mengelilingi dunia selama tiga puluh tahun. Dalam perjalanannya selama 30 tahun itu beliau menemui berbagai rintangan dan berbagai peristiwa yang aneh dan mengkagumkan. Beliau kumpulkan semuanya dan sehingga kini beliau dan semua pengalamannya masih lagi menjadi rujukkan dan tajuk perbincangan genarasi ke generasi. [1]

Ahamd Bin Hanbal, berjalan sejauh 30 000 batu untuk mencari hadis. Menghafal sejuta atsar. Mewariskan 40 000 hadis dalam Musnad. Begitu juga dengan Jabir Bin Abdullah yang sanggup menempuh perjalanan selama sebulan ke Mesir semata mata mencari satu hadis. [2]

Jarak Palembang-Bandung, yaitu kota asal saya dan tempat saya kuliah masih tidak ada apa-apanya dibanding orang-orang besar di atas. Bahkan untuk zaman sekarang sudah ada kendaraan yang memfasilitasi untuk bisa berpergian dalam waktu yang singkat. Seharusnya tidak ada alasan untuk kita masih malas dan enggan untuk mencari ilmu di berbagai daerah. Bahkan untuk kategori Palembang-Bandung pun, ilmu yang saya dapatkan masih homogen karena masih dalam satu lingkup negara. Oleh karenanya ini saatnya saya dan kita menghacurkan limit untuk tidak hanya nyaman di zona tempat kita berada. We gotta break those limits dan mencoba mendapatkan ilmu-ilmu baru di negeri orang.

Sesiapa yang menjadikan kemuliaan sebagai cita citanya ,maka apa sahaja yang di jumpainya akan dicintainya.

Sesiapa yang memiliki cita cita yang membakar, jiwa yang teruja, usaha yang giat dan kesabaran yang berterusan, maka dia memenuhi kriteria orang yang ulung.

{Dr Abdullah Aid Al Qarni}

Namun hal tersebut harus juga diiringi dengan kegigihan akan kegagalan dan niat yang lurus. Untuk sekarang banyak kesempatan yang dapat membuat kita bisa menuntut ilmu di negeri orang, namun tentunya tidak segampang membalikan telapak tangan. Dibutuhkan kesabaran dan jatuh-bangun yang berulang yang pastinya akan sering kita rasakan. Niat semata-semata untuk mencari Ridha-Nya pun harus tertanamkan menjadi dasar dari setiap tujuan kita. Saat ini pun, saya di Jepang mencoba terus berdoa agar bisa benar-benar memiliki tujuan yang tulus, yaitu untuk berbagi pengalaman dan membawa kebermanfaatan dari ilmu yang saya dapatkan dari sini.

Enlarge Mindset, Raise your standard !

Ada seorang anak, si A, sejak SD hingga lulus SMA dia habiskan waktunya di sekolah negeri X yang mana kakak-kakak kelasnya kebanyakan melanjutkan ke Perguruan tinggi swasta atau melamar pekerjaan. Dengan terjebak dilingkungan seperti itu tentunya mindset dia juga akan terkurung dalam lingkaran setan seperti kakak kelasnya dan akhirnya memilih untuk melamar pekerjaan karena tidak memiliki uang untuk bisa melanjutkan ke PT Swasta.

Beda lagi seorang anak, si B, yang sejak SD hingga SMA, dia selalu masuk di sekolah-sekolah unggulan. Kakak-kakak kelasnya banyak yang menlanjutkan ke perguruan tinggi negeri atau bahkan mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Mindsetnya pun berkembang, saya harus bisa seperti kakak kelas saya dan bahkan melampauinya, karena lingkungan dan informasi yang dimiliki si B ini mendukung tumbuhnya pola pikir yang lebih besar, sehingga dia bisa jauh lebih unggul dari si A.

Dari kedua kisah tersebut saya hanya ingin mengambil kesimpulan bahwa standar orang terkait akan kesukesan bisa berbeda-beda, dan salah satu yang mempengaruhinya adalah lingkungannya. Dengan kalian berkunjung ke luar negeri dan bertemu para pelajar Indonesia yang mendapatkan beasiswa disana, pola pikir akan semakin berkembang, bahwa setidaknya saya harus menyamai atau bahkan melampaui mereka.

Dalam diri pribadi, saya benar-benar merasakannya keinginan saya untuk bisa melanjutkan studi S2 di luar negeri semakin besar, terutama di negera Jepang ini. Keinginan tersebut tidak sebesar ketika saya hanya mencari info-info beasiswa melalui internet. Dengan saya berbicara dengan mereka yang berhasil kuliah di Jepang dengan beasiswa, rasa untuk mengikutinya semakin besar. Disinilah Mindsetdan standar keberhasilan saya semakin meningkat. Mungkin jika saya tidak bertemu mereka saya masih setengah-setengah untuk melanjutkan S2 di Indonesia atau luar negeri. Namun, dengan bertemu mereka, saya merasa saya akan berusaha harus menuntut ilmu di tempat yang lebih atau setidaknya sama dengan mereka. My Standard is rising!

Oleh karenanya, cobalah untuk bisa merasakan atmosfere ini. Saya tidak menyatakan harus, tapi ini semata-mata hanya pemikiran pribadi dan ingin mengajak teman-teman pembaca untuk juga bisa merasakan seperti apa yang saya rasakan. Prespektif orang mungkin beda-beda, tapi setidaknya inilah prespektif saya. Saya akan berusaha menuntut ilmu kembali di luar negeri, guna mendapatkan pengetahuan baru yang lebih heterogen dan variatif guna bisa di bagikan kepada teman-teman saya di Indonesia.

Niscaya Allah akan meninggikan beberapa derajat orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat (Q.S Al Mujadalah: 11)

At Oka Tei House

At Oka Tei House

Yokohama, 19 Agustus 2012 
Muhammad Afif Izzatullah

Sumber 
[1] http://syaikhulislam.wordpress.com/
[2] http://halaqah.net/

ps: Kemungkinan JapanNote #2 saya akan lebih membahas salah satu pengetahuan yang saya dapatkan di Jepang dipadukan dengan pendapat pribadi saya, mengenai Nuclear Energy, InsyaAllah!

2 thoughts on “Langkahkan Kakimu Menuju Ilmu! – JapanNote #1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s