Inikah Karakter Kita Nantinya?


Tulisan ini saya buat dadakan setelah membaca salah satu berita di Kompas (14 Mei 2012)  mengenai anggaran negara yang berjudul “Perjalanan Dinas Boros 40 Persen”. Begitu miris memang, fakta dari Litbang Kompas menyatakan pemborosan dari total dana yang digunakan untuk perjalanan dinas bisa mencapai Rp 5,4 triliun – Rp 7,2 triliun.

Diungkapkan oleh Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hasan Bisri kepadaKompas,di Jakarta, Sabtu (12/5) bahwa terdapat 3 modus pemborosan anggaran dengan indikasi manipulasi untuk pengumpulan dana taktis yaitu fiktif, nonfiktif dan penggelembungan biaya (mark-up).

Modus pemborosan dengan cara fiktif dilakukan dengan cara memalsukan tiket pesawat dan kartu naik pesawat (boarding pass). Tiket dan kartu pesawat palsu diperoleh dari biro atau agen perjalanan.

Kedua modus nonfiktif yaitu perjalanan dinasnya tetap ada, tetapi pertanggungjawabannya tidak sesuai. Ditulisnya lima pegawai yang berangkat, tetapi sebenarnya cuma tiga orang.

Modus ketiga dilakukan dengan cara menyusun anggaran perjalanan dinas yang nilainya diperbesar. Laporannya ditulis naik pesawat Garuda tetapi ternyata dengan Lion.

Cukup miris memang mengingat anggaran-anggaran tersebut semuanya menggunakan uang rakyat. Sedangkan masih banyak orang-orang kecil dipinggir sana masih berkeliling setiap harinya demi sesuap nasi untuk dirinya dan keluarganya.

Yang perlu dipertanyakan lagi adalah akankah kita akan mengikuti hal-hal tersebut ketika kita memegang posisi-posisi yang rawan akan pemanipulasian anggaran tersebut? Khususnya para kaum mahasiswa, yang katanya terus dibangga-banggakan oleh masyarakat sebagai kaum intelek agen perubahan bangsa? Seharusnya kita bisa terus menjaga integritas dalam diri hingga suatu saat memegang posisi strategis di kenegaraan.

Cobalah mulai untuk selalu menuliskan apa adanya terutama saat membuat laporan pertanggungjawaban di organisasi masing-masing. Ketika ada dana lebih, gunakanlah sebijak mungkin sesuai dengan hal apa yang seharusnya didanai oleh dana tersebut. Ga usah jauh-jauh ke LPJ kegiatan deh, untuk urusan ujian saja! Cobalah terapkan karakter kejujuran kita untuk bisa mendapatkan nilai sesuai dengan kemampuan masing-masing, tanpa mencontek dan perbuatan curang lainnya. Mungkin terdengar sepele, namun dari sinilah justru timbul benih-benih “mafia” yang akan menusuk bangsa dari dalam selimut. Yang akan semakin menurunkan moral bangsa hingga hanya segolongan terkutuk sajalah yang bisa menikmati kekayaan alam di tanah Ibu Pertiwi ini.

Sekali lagi saya tanyakan akan seperti apakah karakter kita ketika kita memimpin bangsa kelak?

Naudzubillah min Dzalik. Semoga kita bisa merenung dalam diri masing-masing dan beroda agar terhindar dari sifat-sifat tercela yang dapat merugikan orang lain kedepannya (Amiin!). Karena di tangan kitalah masa depan bangsa akan ditentukan! :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s