Merefleksikan “Hazard” dari Mata Kuliah Sistem Digital dalam Kehidupan


Sebagai mahasiswa program studi teknik Elektro Institut Teknologi Bandung, di semester ini saya mengambil mata kuliah system digital. Inti dari mata kuliah ini adalah mempelajari dasar fundamental dari teknologi yang tidak bisa lepas dari kehidupan manusia sekarang yaitu teknologi digital. Salah satu penggunaan sederhananya bisa dilihat di jam digital, lampu lalu lintas, papan skor olahraga dll.

Sebelum masuk ke poin utama, saya ingin menjelaskan sesingkat dan sesimple mungkin overview dari matak kuliah ini. Dalam sistem digital hanya diketahui 2 logika yaitu logika ‘1’ dan ‘0’. Simpelnya logika 1 itu adalah ketika rangkaian mendapat aliran listrik tinggi (5 volt misal) dan logika 0 ketika mendapat aliran listrik rendah dan/atau tidak mendapat listrik. Karena dalam rangkaian elektrik hanya bisa dideteksi 2 buah sinyal, yaitu ada aliran listrik dan tidak ada aliran listrik sama sekali makanya logika hanya ada dua, yaitu logika 1 dan 0.

Sederhananya gini deh; ada lampu terhubung dengan switch. Lampu tersebut akan menyala ketika dia mendapat logika 1 (ketika mendapat aliran listrik) dan padam ketika ber-logika 0 (yaitu ketika aliran listrik terputus.

“Hazard” dalam sisdig (singkatan dari system digital) adalah kondisi dimana terjadi perubahan sinyal yang tidak diharapkan, yang sesaat, akibat propagasi delay dalam rangkaian. Untuk penjelasan mungkin tidak perlu ya (karena cukup kompleks, haha). Tapi untuk contoh sederhananya kita lihat pada lampu sen motor deh yang berkedap kedip. Itu merupakan salah satu aplikasi system digital, yaitu lampu motor tersebut akan mendapatkan secara bergantian logika 1 dan logika 0. Nah hazard bisa terjadi sesaat dari 1 ke 0 padahal tidak kita harapkan.

Logika 1 dan Logika 0 bergantian

Perubahan tiba-tiba dari logika 1 ke logika 0

Sekarang saya menggambarkan rangkaian tersebut adalah adalah diri kita. Kita mendapat logika 1 adalah ketika kita dalam kondisi prima, optimis dan sedang dalam posisi keberhasilan. Sedangkan logika 0 adalah ketika kita mengalami kegagalan, kesedihan yaitu ketika kondisi kita sedang di bawah. Tentunya layaknya waveform di atas, diagram hidup kita pastinya secara konstan naik turun terus seperti kurva sinus, itu sesuatu yang tidak dapat kita pungkiri. Namun terdapat juga hazard dalam kehidupan kita ini yaitu ketika kita mengharapkan logika satu, tapi yang terjadi adalah kita mendapat kogika 0.

Tentunya dalam system digital ada solusi untuk mengatasinya, yaitu dengan menambah gerbang logika (intinya komponen tambahan) dan pastinya akan memerlukan cost yang lebih. Pemikiran pelitnya, berarti kita harus menambah biaya lagi untuk membeli komponen tambahan. Sama seperti kehidupan kita. Dalam mengatasi hal-hal yang diluar dugaan dan yang tidak diharapkan (hazard ), missal ketika kita gagal, belum mencapai tujuan awal ketika kita melakukan sesuatu, dll; tentunya yang harus kita lakukan bukannya menyesali dan tenggelam dalam kekecewaan. Justru kita harus menambah komponen perjuangan kita agar tidak terjadi lagi hazard di kedepannya.

Tentunya ketika kita meningkatkan usaha yang lebih, tenaga dan pikiran yang baru lagi akan menghasilkan cost dan harga yang tidak seperti biasanya juga. Kita harus bangkit dan rela mengorbankan waktu kita, keluar dari zona nyaman kita dan mengeluarkan cucuran keringat yang lebih dari yang biasa kita keluarkan. Alhasil kita bisa mengatasi hazard tersebut yaitu kembali mencapai logika 1.

Dalam kehidupan, banyak sekali suka duka yang kita rasakan. Kegagalan – keberhasilan, saling bergantian menyapa diri kita. Kita sudah belajar dengan giat, ternyata IP pas-pas-an. Kita berusaha keras dalam suatu lomba, ternyata tidak lolos. Kita sudah seteliti mungkin menyusun rencana ternyata hasil akhir berantakan. Namun justru itulah ujian “hazard” bagi kita. Kita harus menambah komponen ikhtiar kita juga komponen doa kita terhadap yang Maha Mengabulkan permintaan. Karena disitulah esensi dari mengapa kita masih berdiri di kehidupan yang penuh duri saat ini.

3 thoughts on “Merefleksikan “Hazard” dari Mata Kuliah Sistem Digital dalam Kehidupan

  1. penganalogian yang bagus… menganalogikan pelajaran dengan kehidupan nyata…
    btw kyknya judulnya salah, kok Buttefrly??? #hanyamengoreksii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s