Pernahkah kita berpikir?


Pernahkah kita berpikir?

Ternyata banyak sekali orang-orang yang telah berbuat banyak untuk kita. Sebut saja bapak-bapak yang menggunakan seragam kuning yang siap membersihkan dan mengangkat sampah yang kita buang. Mereka rela dengan ikhlas berkutat dengan sampah mencucurkan keringat demi kebersihan lingkungan tempat tinggal kita. Tentunya apa yang mereka dapat jauh sekali bandingannya dengan apa yang telah mereka lakukan. Berdasarkan sumber data, gaji mereka-mereka hanyalah berkisar 400 ribu per bulan. Silahkan bandingkan. Ekivalen-kah input dan output yang mereka kerjakan?

Pernahkah kita berpikir? Jika orang-orang tersebut mogok kerja dikarenakan protes gaji yang mereka dapatkan sangat sedikit? Apa yang akan terjadi terutama di Indonesia. Dalam headline tertulis “Pasukan kuning, petugas kebersihan seluruh kota di Indonesia sepakat mogok kerja minta dinaikan gaji”. Pernahkah kita berpikir?

Sesungguhnya mogoknya mereka bekerja akan sangat jelas dampaknya ketimbang “maling-maling” di pemerintahan dan perusahaan yang hanya duduk di kursi hangat, dan hanya bertugas menandatangani dokumen-dokumen penting keuangan. Ditambah lagi permainan uang gelap yang kerap kali mereka terapkan meresahkan banyak orang kalangan bawah, justru orang-orang tersebutlah yang jika mogok kerja alhasil malah masyarakat yang bahagia. Ketimbang mereka yang telah rela membersihkan kota demi kemaslahatan bersama.

Pernahkah kita berpikir ?

Oleh karena itu teman hargailah orang-orang yang telah bekerja keras demi kita. Rela menahan bau tengik sampah yang membunuh setiap sel saraf indera penciuman mereka ketika mereka berendam dalam lautan sampah yang disebabkan oleh kita. Mulailah bantu mereka, setidaknya untuk tidak membuang sampah sembarangan. Jika terdapat beberapa kotak sampah berbeda jenis, pilahlah sampah yang kita buang. Kertas, organic, anorganik dsb. Hargailah mereka jika perlu kenal-lah dan tegurlah mereka. Apalah yang bisa kita berikan selain secercah senyum tulus rasa terima kasih kita kepada mereka.

Yang lebih baik lagi gunakan kekuatan yang kalian miliki untuk menolong mereka. Jikalau kalian memiliki komunitas yang peduli perubahan cobalah bantu mereka dengan tenaga kerelawanan. Atau jika kalian seorang calon engineer, ciptakanlah inovasi alat yang memudahkan mereka. Susungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain. So, pernahkah kita setidaknya terlintas sesaat berpikir seperti itu ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s