Bakat, Konstanta, Variabel, dan Fungsi Keberhasilan


Ada yang tahu seberapa besar “BAKAT” bisa mempengaruhi kesuksesan seseorang ??

Ya, secara general dan pribadi pendapat saya sendiri, saya ternasuk orang yang mempercayai bahwa sedikit sekali bakat itu berpengaruh terhadap kemampuan seseorang akan sesuatu. Bahkan, bisa dibilang saya ga percaya ada yg namanya bakat.

Well, sebenarnya ga gitu juga kan. Saya hanya ingin menyampaikan melalui tulisan ini bahwa variabel yang mempengaruhi seseorang untuk bisa menguasai sesuatu tidak mutlak hanya Bakat. Mungkin tergambar cukup aneh, dikarenakan banyak orang2 yang berhasil sekarang, salah satu sebabnya karena bakat. Tapi sesungguhnya dibalik semua itu, terdapat “variabel2 lain”, yang menurut pendapat saya pribadi, variabel2 lain itulah yang selama ini “dianggap” orang-orang sebagai bakat. Meski padahal secara definisi pribadi, itu sangat jauh dari benar.

Try to make it simpler

Okay, mungkin sedikit rada ribet saya menjelaskannya. Intinya gini deh.. Saya dulu ketika kecil (bukan muda, karena kalo dulu muda, sekarang apa dong #GaPenting) sering sekali bertanya-tanya kenapa orang-orang di depan saya bisa melakukan banyak hal dibanding saya.

“Kenapa sih dia hebat bgt main bolanya? padahal secara postur tubuh *maaf* saya jauh lebih unggul dari dia?” #NoMention

“Mengapa sih, kakak itu lancar sekali baca Al-Quran nya. Sedang saya perasaan udah hampir tiap hari ngaji masih susah banget lancarnya??

“Mengapa sih, dia kok cepat sekali yaa bisa bahasa Inggrisnya dibanding saya??

Dilanjutkan dengan mengapa-mengapa lainnya yang mungkin ga bakal cukup kalo ditulis disini semua. Nah, yang ingin saya tekankan disini, benarkah mereka2 yang saya sebut diatas “bisa” karena “bakat”. Bisa karena mereka sudah ditakdirkan untuk bisa. Bisa, karena sudah di cap tallentnya sejak lahir adalah hal2 tersebut. Satu jawaban: TIDAK.

Yaa, bakat bukanlah variabel mutlak untuk menjawab pertanyaan2 di atas. Sesungguhnya BAKAT disini hanya berlaku sebagai KONSTANTA yang mengikuti VARIABLE-VARIABLE lain yang bisa kita tentukan sesuka kita.

Oke, mungkin sedikit sulit digambarkan dengan kata-kata. Let’s talk about it, mathematically !

Kita kembalikan semua ke dalam hal matematika. Disini kita ibaratkan f adalah suatu fungsi yang bakal menentukan “Kebisaan/Kemampuan” kita terhadap sesuatu, sehingga:

f =Kemampuan Kita terhadap Sesuatu

maka bakat disini hanyalah sebatas konstanta yang tidak akan bisa kita ubah sekeras apapun kita lakukan.

Kita lambang kan Bakat = K

Terus, fungsi f konstan dong kalo gitu, yaitu f = K ?? ntar duluu. Justru disinilah saya baru mau tuliskan, variabel lain yang bisa kita ubah sesuka kita.Yaitu:

Variabel “Kemauan”, kita lambangkan = W

Variabel “Tindakan”, kita lambangkan = A

Variable “Ke-konsisten-an” Kita lambangkan = C

Variable “Waktu” kita lambangkan = T

Variable “Doa” kita lambangkan = D

Nah, sebenarnya masih banyak variable lain yang bisa merupakan input dari fungsi ini. Tapi saya coba sampaikan berdasarkan pandangan pribadi saya. Jadi, fungsi f di atas akan saya tuliskan seperti ini :

f (A,W,C,T) = [K  + W(AC+T)] + D

Nah, jadi disini yang ingin saya tekankan, variable terpenting yang akan menentukan fungsi f ini bernilai besar adalah variable W, C, T ini dengan yang paling fundamental dibutuhkan adalah variable W, yaitu will atau kemauan.

Jika diibaratkan, anggaplah seburuk-buruknya, kita mempunya K = 0, misal dalam hal bermain basket. Itu sungguh tidak terlalu mempengaruhi fungsi, jika kita punya kemauan untuk belajar bermain basket tersebut. Akan tetapi, disini variable W diikuti 3 variable lainnya yaitu A, C dan T yg mana misal mereka tiga2nya juga nol, (A=0, C=0 & T=0), meski kemauan kita besar, akan sama saja tetap menghasilkan angka nol.

Karena, disini selain hanya sebatas kemauan harus ada juga act (tindakan) yang nyata yang harus kita lakukan. Misal dalam hal bermain basket tadi, kita punya kemauan untuk bisa, maka kita bertindak dengan mencoba memainkannya. Selain itu, ada juga variable C, yaitu konsisten. Untuk memperoleh nilai f yang besar, aksi (variable A), harus diiringi dengan ke-konsisten-an (variable C). Yaitu kita konsisten dan keep doing n moving forward begitu, dalam mempelajari suatu hal.

Kembali ke pertanyaan

“Kenapa sih dia bisa selancar itu membaca Al-Quran?? sedang saya sudah sering ngaji masih sulit untuk lancar “.

Nah disinilah variable C berperan. Parameter “Sering” yang terpatri dipikiran kita itu, mungkin ga kira2 berbeda dengan parameter sering dengan orang yang kita perbandingkan. Itulah varible C, atau konsisten. Mungkin kita ngaji, namun ga konsisten setiap hari ngaji, karena terlupakan kesibukan2 dunia, sedang dia setiap hari konsisten untuk “menyeringkan” diri untuk mengaji.

Variable T disini cukup berperan juga. Sudah berapa lamakah dia konsisten membaca Al-Quran setiap hari tersebut. Bisa saja, kita hanya setelah dihitung2 baru 1 tahun, sedangkan dia sudah 9 tahun. Kan beda bgt ternyata. Gitu.

Ohya satu variable yang paling penting lagi yang tidak bisa dilupakan adalah variable D, yaitu doa. Karena di dunia ini, semua hasil tidak bisa hanya dari usaha yang kita lakukan. Kita bisa sekeras mungkin mencoba sesuatu, namun untuk urusan hasil Allah lah yang menentukan segalanya. Mengapa saya menggunakan kurung siku yang memisahkan Doa (variable D) dengan yang lainnya, itu untuk lebih menekankan bahwa kedua hal tersebut terpisah. Ikhtiar dan Doa harus lah seimbang. Bahkan, jika untuk ekstremnya, fungsi itu dapat diubah seperti ini:

f (A,W,C,T) = [K  + W(AC+T)] D

Yaitu pemisah dan penentu kemampuan dan keberhasilan kita, adalah D ini. Jika D nol, maka sama saja, mau sebesar apapun konstanta K mu, seberapa keras pun kamu meningkatkan variable lain, tetap saja apapun dikalikan dgn nol, makan hasilnya juga akan menjadi nol. Karena bisa saja kan, kita udah punya konstanta bakat gede, variable sudah diasah setinggi mungkin, namun ketika ditengah jalan pulang, saat kita menyeberang zebra cross, tiba2 ada busdengan kecepatan tinggi memberikan momentum kebadan kita?? Nah Lo.. Naudzubillah.

Nah intinya, itu lah bagaimana fungsi f dihasilkan. Bakat sungguhlah tidak penting dalam fungsi ini, karena masih ada varible W yaitu kemauan untuk mengembangkan sesuatu. Jangan takut kalah sama si Fulan dikarenakan dia punya bakat bermain bola yang hebat. Karena dibalik itu saya yakin, justru yang paling besar mempengaruhi kelihaian dia dalam bermain bola, adalah varible W(AC + T) tadi plus doa2nya tadi (variable D). Mungkin disaat kita tidur2an dan bermain game, dia sedang bercucuran keringat untuk melatih teknik drible nya. Disaat kita sedang asik2nya membaca komik dan bermalas-malasan, dia sedang semangat2nya sendirian ditengah kotak 12 lapangan bola, untuk melatih tendangan jarak dekatnya. Di kala kita sedang asik tidur terlelap, dia sedang menangis tersujud dalam qiyamul lailnya, guna memohon kepada Yang Maha Kuasa untuk masa depannya.

Begitulah fungsi f yang akan menentukan keberhasilan manusia ! :)

2 thoughts on “Bakat, Konstanta, Variabel, dan Fungsi Keberhasilan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s