Super Interaction for Teenagers


Beberapa minggu yang lalu, saya mengikuti “pembinaan” calon-calon “pembina” KARISMA Salman itb, acara rutin mingguan yang diadakan setiap Minggu paginya. Sebenarnya pertemuan ini udah yang ke-sekian kalinya, namun karena beberapa bentrok acara minggu-minggu sebelumnya, ini menjadi yang pertama buat saya. Mungkin kalian pada bertanya “apa itu Karisma”? namun berhubung saya sedang tidak bermaksud menjelaskan itu, lebih baik kita skip “apa itu Karisma”-nya, dan menuju bagian yang lebih penting.

Anyway, cukup intermezo-nya. Lebih baik kalo kita langsung ke inti dari tulisan. Di pelatihan Minggu ini kami (para calon pembina KARISMA) mendapat Tausyiah singkat dari Kang Reza, kakak kelas yang sungguh menginspirasi otak-otak kami untuk menjadi lebih remaja yang lebih berguna.

Beliau menjelaskan sedikit tentang “INTERAKSI SUPER untuk REMAJA”. Layaknya hitam dan putih, setiap yang ada di dunia ini hampir sepenuhnya ditakdirkan pasangan. Atas-bawah, Kanan-Kiri, Besar-Kecil hingga Laki-laki dan perempuan yang menjadi pusat mengapa kita masih bisa merasakan dunia ini.

Singkat cerita, eksplitasi dari semua rangkaian kata ini adalah cara menjaga ‘Hijab‘ atau ‘Batas’ interaksi-interaksi dengan lawan jenis, terutama bagi para remaja yang saat ini masih dalam kondisi kelabilan. Dalam kasus ini, penjagaan sesuatu yang besar namun terkadang dianggap sepele, yaitu Hijab tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara:

1. Ghadul Bashar

Yaitu Menundukkan pandangan. Saat terlintas atau berpapasan dengan lawan jenis, terutama para lelaki, yang biasanya paling terpancing godaan “kecantikan”, hendaknya untuk menundukkan arah pandangan tidak ke arah sumber “keindahan” ciptaan Allah tersebut. Apalagi ketika berpapasan satu – satu. Cobalah untuk meng-Ghadul Bashar guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya dosa.

2. Tidak BerKhalwat

Atau tidak berduaan antara Ikhwan dan Akhwat dengan media apapun. Dalam hal ini dapat kita “kategorikan” chatting, ngbrol via Handphone ataupun berbicara/berduaan dengan media apapun, apalagi secara langsung merupakan ciri dari berKhalwat tersebut. Salah satu parameter bahwa kita sedang berkhalwat adalah, kita tidak ingin orang lain mengetahui apa yang sedang kita obrolkan. Termasuk via chatting atau Handphone.

3. Tidak menyentuh yang bukan Mahram

Menyentuh yang bukan Mahram (bukan muhrim, karena berbeda artinya), merupakan suatu dosa yang harus dihindari. Meski hanya seujung jari itu merupakan hal yang dilarang dalam Islam. Tapi sebenarnya siapa saja sih Mahram kita? Check this http://id.wikipedia.org/wiki/Mahram

Tiga hal diatas merupakan sedikit dari beberapa untuk menjaga hijab antara interaksi lawan jenis. Jujur saya juga pernah melakukan kekhilafan yang tidak sesuai dengan ketiga hal diatas. Namun, sembari mencari makna hidup, saya mencoba untuk mempraktikannya ke kehidupan sehari-hari. Ohya, gimana kalo soal “pacaran”?? yah, coba dipikir sendiri deh! ;)

One thought on “Super Interaction for Teenagers

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s